oleh

Himbauan Untuk Pengendara Sepeda Motor, Lagi Rawan Kecelakaan

RJN, Bekasi – Masyarakat pengendara bermotor dihimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi Jalan Raya Narogong yang menghubungkan wilayah Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor. Hal ini karena maraknya kecelakaan lalulintas yang terjadi selama sepekan ini pada ruas jalan yang sering disebut sebagai ‘jalur tengkorak’ di wilayah Kota Bekasi ini.

Kecelakaan lalulintas terjadi pada Senin (2/9) di Jalan Raya Narogong KM 13 dekat dengan Pangkalan II yang menyebabkan seorang pengendara motor tewas di lokasi kejadian. Kejadian berikutnya pada Rabu (4/9), yakni di Jalan Raya Narogong 15 dekat pintu masuk menuju TPST Bantargebang yang juga menyebabkan seorang pengendara motor tewas di tempat.

Kemudian pada keesokan harinya, Kamis (5/9), terjadi dua kecelakaan lalulintas, yakni pagi hari di Jalan Raya Narogong KM 13,5 tepatnya di Pangkalan III yang menyebabkan seorang pengendara motor mengalami luka berat. Sedangkan sore harinya, kecelakaan kembali terjadi di Jalan Raya Narogong perempatan lampu merah Perumahan Kemang Pratama yang mengakibatkan seorang pengendara motor tewas di lokasi kejadian.

Saat dihubungi melalui telepon, Jumat (6/9) sore, Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota AKBPl Ojo Ruslan Panggabean menilai rendahnya kedisiplinan pengendara bermotor menjadi faktor dominan penyebab rentetan kecelakaan lalulintas yang terjadi di Jalan Raya Narogong. “Faktor pertama, tingkat disiplin dan kewaspadaan pengendara masih lemah, bahkan seringkali pengendara bersikap ugal-ugalan saat mengendarai kendaraannya tanpa memakai helm,” ujarnya.

Selain itu, Ojo Ruslan menyatakan keberadaan separator jalan atau pemisah jalur di Jalan Raya Narogong masih minim, sehingga membahayakan pengendara yang ingin menyalip kendaraan yang ada di depannya. “Makanya kami akan bersurat dengan Wali Kota Bekasi agar dibangun separator jalan yang memisahkan lajur jalan sebelah kanan dengan lajur sebelah kiri,” tegasnya.

Ojo Ruslan lalu memaparkan pihaknya akan melakukan pengecekan terkait lampu penerangan jalan di sepanjang Jalan Raya Narogong. “Apakah semua lampu masih berfungsi atau sudah banyak yang putus atau tidak menyala, kami akan melakukan pengecekan pada malam hari dalam wakru dekat,” imbuh dia.

Pihaknya juga berencana membuat garis kejut atau speed rem untuk mengurangi kecepatan kebdaraan di beberapa lokasi yang dianggap rawan terjadi kecelakaan lalulintas. “Ini poin-poin penting yang menjadi perhatian kita untuk mengurangi terjadinya kecelakaan lalulintas di Jalan Raya Narogong,” jelasnya.

Terakhir, Ojo Ruslan menghimbau kepada para pengguna jalan agar lebih berhati-hati dalam berkendara. “Kehati-hatian saat mengemudi perlu ditingkatkan, atur kecepatan dan jaga jarak aman berkendara, apalagi saat malam hari, serta tetap jaga kedisiplinan dan taat mematuhi peraturan dalam berlalulintas di jalan raya,” pungkasnya.

(red/rjn)

Komentar

News Feed