Hendak Membuat Paspor, Warga Malaysia ini Ditangkap Petugas Imigrasi Cirebon

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 18 Mei 2018 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon berhasil menangkap salah seorang pria berkewarganegaraan Malaysia berinisial A (61), Jumat (18/5) pagi hari. Penangkapan tersebut bahkan dilakukan di kantor Imigrasi Kelas II Cirebon di Jl. Sultan Ageng Tirtayasa Kedawung Kabupaten Cirebon, saat dia hendak membuat paspor secara online.

Kepala Imigrasi Kelas II Cirebon Muhamad Tito Andriyanto mengatakan, penangkapan tersebut terjadi saat warga Malaysia tersebut diwawancara oleh petugas terkait pembuatan paspor. Adapun pendaftaran secara online-nya dilakukan saat tadi malam. Dan hari ini, tinggal sesi foto dan wawancara.

“Setelah diwawancara, ada kejanggalan bahwa dia bukan WNI, yakni dari logat bicaranya. Akan tetapi, dia memiliki syarat untuk membuat paspor secara lengkap, seperti KTP, KK, dan surat nikah,” jelasnya saat jumpa pers, Jumat (18/5).

Pria warga negara Malaysia yang ditangkap petugas Imigrasi.

Setelah diperdalam, lanjutnya, pria tersebut mengaku kalau dia adalah warga Malaysia yang tinggal di daerah Malaka. Hal tersebut terbukti dengan kepemilikan IC (Identitas Card) Malaysia. Adapun kepemilikan KTP dan dokumen lainnya masih akan diselidiki keabsahannya.

Diceritakan Tito, pria tersebut sudah lama tinggal di Indonesia, tepatnya di daerah Tukdana Kabupaten Indramayu sejak tahun 2004. Pria tersebut juga sudah memiliki dua anak dan berprofesi sebagai pedagang. Alasan pria tersebut membuat paspor, karena ingin pulang ke negara asalnya. Karena, izin tinggal sudah habis.

Baca Juga :  Jumlah Korban Tewas Akibat Miras Oplosan Berjumlah 41 Orang

“Kita akan cek di Disdukcapil Indramayu, kenapa dia bisa mendapatkan KTP, KK, dan dokumen lainnya,” terangnya.

Atas kejadian ini, lanjut Tito, pria tersebut melanggar Pasal 126c tentang memberikan data yang tidak benar untuk memeroleh paspor, dan mendapat ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.(Juf/RJN)

Berita Terkait

Disdukcapil Kabupaten Bekasi: Tidak Semua Warga Melek Teknologi, Botram Solusi Efektif Layani Masyarakat
Pemkab Bekasi Serahkan Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi Pada Pemkot Bekasi
Peduli ODGJ, Pj. Wali Kota Bekasi Beri Bantuan Sembako dan Pemeriksaan dan OBat-Obatan Gratis
Tingkatkan Kenyamanan Pengunjung, PT JMRB dan PT PGNMAS Bangun Executive Lounge di Rest Area Travoy KM 88
Capai Progress 44%, PT JMRB Siap Hadirkan Ruang Komersial dan Ruang Terbuka Hijau
Sekda Serahkan Penghargaan Kepada Pemenang Abang Mpok Kota Bekasi Tahun 2024
Pj. Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad Lantik Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi
Pj Bupati Dani Ramdan Serahkan 172 SK Penyesuaian Masa Jabatan Kepala Desa Menjadi 8 Tahun
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 11:22 WIB

Disdukcapil Kabupaten Bekasi: Tidak Semua Warga Melek Teknologi, Botram Solusi Efektif Layani Masyarakat

Jumat, 19 Juli 2024 - 15:32 WIB

Pemkab Bekasi Serahkan Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi Pada Pemkot Bekasi

Kamis, 18 Juli 2024 - 15:12 WIB

Peduli ODGJ, Pj. Wali Kota Bekasi Beri Bantuan Sembako dan Pemeriksaan dan OBat-Obatan Gratis

Rabu, 17 Juli 2024 - 14:59 WIB

Tingkatkan Kenyamanan Pengunjung, PT JMRB dan PT PGNMAS Bangun Executive Lounge di Rest Area Travoy KM 88

Selasa, 16 Juli 2024 - 12:26 WIB

Capai Progress 44%, PT JMRB Siap Hadirkan Ruang Komersial dan Ruang Terbuka Hijau

Berita Terbaru

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memberikan panduan untuk memudahkan kedatangan dan menjadikan waktu berburu mobil baru jadi lebih menyenangkan.

Bisnis

Suzuki Berikan Tips di Pameran GIIAS 2024, Ini Tipsnya !

Sabtu, 20 Jul 2024 - 17:54 WIB

Foto : Partai Amanat Nasional Kota Bekasi Resmi Rekomendasi Tri Adhianto Calon Walikota Bekasi 2024.

Bekasi

Mas Tri dari Dapat Surat Rekomendasi dari PAN

Sabtu, 20 Jul 2024 - 16:03 WIB