Helaran Budaya Iringi Pawai Ta’aruf, MTQH ke-57 Kabupaten Bekasi Resmi Dimulai

- Redaksi

Senin, 17 November 2025 - 19:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Para pejabat Kabupaten Bekasi menyaksikan secara khidmat Helaran Budaya yang ditampilkan dalam Pawai Ta’aruf pembukaan MTQH ke-57 di area Tugu Golok menuju Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Senin (17/11/2025). Tampak pasukan seni tradisional membawa perisai dan atribut budaya sebagai simbol kekayaan warisan budaya Bekasi.

i

Para pejabat Kabupaten Bekasi menyaksikan secara khidmat Helaran Budaya yang ditampilkan dalam Pawai Ta’aruf pembukaan MTQH ke-57 di area Tugu Golok menuju Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Senin (17/11/2025). Tampak pasukan seni tradisional membawa perisai dan atribut budaya sebagai simbol kekayaan warisan budaya Bekasi.

Bekasi – Suasana Kota Bekasi berubah semarak pada Senin (17/11/2025) ketika ribuan peserta dan masyarakat tumpah ruah mengikuti Pawai Ta’aruf yang menjadi tanda dimulainya Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke-57 tingkat Kabupaten Bekasi. Helaran Budaya yang mengiringi pawai membuat jalur dari Tugu Golok hingga Gedung Swatantra Wibawa Mukti penuh warna dan energi kebersamaan.

Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Bekasi, Hudaya, secara resmi membuka rangkaian MTQH. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Pawai Ta’aruf bukan sekadar rangkaian acara pembuka, tetapi ruang besar untuk merayakan identitas kultural Bekasi.

“Ini bagian dari upaya kita menjaga warisan budaya sekaligus merawat tradisi lokal sebagai identitas masyarakat Bekasi,” ujar Hudaya di hadapan peserta pawai.

Tahun ini, Helaran Budaya mengusung tema “Ngajaga Warisan, Ngarumat Budaya, Ngarak Rakyat Bekasi”. Ragam kesenian khas daerah, pertunjukan kreatif komunitas seni, hingga ikon budaya lokal tampil beriringan, menggambarkan kekayaan kultur yang terus hidup di tengah masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, seniman, dan warga menjadi napas kemeriahan yang terasa sepanjang rute pawai.

Namun, di balik meriahnya gelaran budaya, Hudaya menyinggung realitas anggaran daerah yang tengah bergejolak. Pemerintah harus melakukan sejumlah penyesuaian tanpa mengorbankan inti dari penyelenggaraan MTQH.

“Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai rencana. Meski kita berada dalam situasi penuh keprihatinan dan harus melakukan efisiensi, tetapi hal-hal pokok tetap kami laksanakan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kisah Heroik Tanjung Verde di Piala Dunia 2026, Debutan yang Bikin Argentina Ketar-ketir

Hudaya menjelaskan bahwa MTQH ke-57 digelar lebih sederhana dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya panggung besar dibangun di tingkat kecamatan, kali ini kegiatan dipusatkan di area Pemda dengan memaksimalkan fasilitas yang ada.

“Pelaksanaannya dibuat sederhana, namun esensi pembinaan tidak boleh hilang. Kualitas MTQ tiap tahun tetap harus kita jaga,” lanjutnya.

Meski dilaksanakan sederhana, seluruh kecamatan tetap mengirimkan kontingen terbaiknya. Jumlah peserta menyesuaikan dengan kesiapan masing-masing wilayah, tetapi antusiasme tetap tinggi.

Keceriaan Helaran Budaya dalam pawai pun tidak lepas dari kontribusi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bekasi yang ikut menghadirkan aneka helaran untuk memeriahkan acara.

Baca Juga :  Dari Bekasi untuk Dunia: ProHijab Academy Siap Go Internasional!

“Kita berkolaborasi dengan dinas lain untuk menambah warna kegiatan ini. Dengan keterbatasan anggaran, kolaborasi menjadi cara terbaik dan alhamdulillah mereka mendukung penuh,” tutur Hudaya.

Ia berharap MTQH tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang pembinaan qori dan qoriah yang harus terus berkembang.

“Pembinaannya jangan berhenti. Seremonial boleh jadi lebih ringkas, tetapi kualitas pembinaan harus tetap berjalan,” tegasnya.

Pawai Ta’aruf yang dikemas dengan Helaran Budaya ini menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Bekasi mampu menjaga keharmonisan antara nilai keagamaan dan kekayaan budaya lokal—sebuah harmoni yang semakin bernilai di tengah arus modernisasi.(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Bekasi Dorong Museum KH. Noer Ali, Jadi Pusat Edukasi Sejarah
Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita
Tri Adhianto Ajak Warga Bekasi Perkuat Solidaritas untuk Korban Bencana NTT
Lautan Manusia Padati Karnaval Perdana RW 14 BCM, Romusha hingga Budaya Minahasa Bikin Takjub
Naik Panzer Anoa Gratis! Pameran Alutsista TNI Bikin Anak-anak Antusias di Bekasi
PERPANI Bekasi Bidik Regenerasi Atlet Lewat Kolaborasi dengan UM Indonesia
Nyumarno Masih Duduk di DPRD Bekasi, Tim Hukum Bantah Status “Mantan”
Warga Sambut Taman Ruang Terbuka Hijau di Wisma Jaya

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Pemkab Bekasi Dorong Museum KH. Noer Ali, Jadi Pusat Edukasi Sejarah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Tri Adhianto Ajak Warga Bekasi Perkuat Solidaritas untuk Korban Bencana NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Lautan Manusia Padati Karnaval Perdana RW 14 BCM, Romusha hingga Budaya Minahasa Bikin Takjub

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Naik Panzer Anoa Gratis! Pameran Alutsista TNI Bikin Anak-anak Antusias di Bekasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:49 WIB

PERPANI Bekasi Bidik Regenerasi Atlet Lewat Kolaborasi dengan UM Indonesia

Berita Terbaru

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe meninjau langsung renovasi SDN 05 Bojong Menteng yang rusak akibat puting beliung dan menargetkan perbaikan segera rampung sesuai standar.

Pemerintahan

Harris Bobihoe Sidak SDN 05 Rusak Puting Beliung

Selasa, 25 Agu 2026 - 11:41 WIB

Kerjasama Hubungi Kami