RJN, Bekasi – Dinas Pemuda dan Olahrga Kota Bekasi mengusulkan tarif sewa penggunaan Stadion Patriot Chandraga naik. Hal ini disebut dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dispora Kota Bekasi, Tedy Hafni, mengungkapkan usulan tersebut telah dilakukan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Selanjutnya usulan akan Bapenda ajukan melalui Revisi Peraturan Daerah tentang PAD Stadion.
“Dimuat dalam Perda no 3 tahun 2016, sementara ini sudah kami ajukan revisi tentang tarif itu melalui Bapenda,” kata Tedy, kamis (13/9/2018).
Tedi menjelaskan, usulan harga sewa jauh lebih mahal ketimbang tarif yang saat ini berlaku yakni sebesar Rp52 juta untuk laga lokal, misalnya Liga 1 Indonesia, serta Rp79 juta untuk laga internasional. Tarif-tarif tersebut berlaku per sekali pakai.
Besaran kenaikan sewa tarif disebut sudah sesuai standar, terutama bila dibandingkan dengan stadion lain, misalnya Stadion Wibawa Mukti di Kabupaten Bekasi dengan harga sewa lebih dari Rp100 juta.
“Kita usulkan menjadi Rp200 juta (per pemakaian). Di kabupaten saja Rp150 juta, padahal kapasitas penonton lebih banyak kita bisa sampai 30 ribu. Kalau untuk laga internasional, kita mengusulkan tarifnya lebih besar, pastinya di atas Rp200 juta,” katanya.
Dia berharap usulannya masuk dalam revisi perda PAD agar pada 2019 tarif baru sewa Stadion Patriot Candrabhaga mulai diterapkan.
Menurutnya, PAD yang dihasilkan dari stadion pada tahun 2017 mencapai Rp2 miliar. Angka tersebut melebihi target Rp1,3 miliar. Lewat revisi PAD, Tedi yakin PAD bisa terus didongkrak setelahnya.(ant/RJN)










