RJN, Cirebon – Para pemimpin kita tidak sekejam dan sejahat Fir’aun dan sebengis abrohah, munculnya kegaduhan soal impor beras yang di blow up harus disikapi bijak oleh masyarakat.
Demikian dikatakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muawanah Cirebon, Kiai Muhammad Fathurrohman Hasanuddin Dzubaedah, Selasa (23/3/2021).
Kiai Fathurrohman meyakini mustahil pemerintah membuat kebijakan impor beras dengan tujuan untuk menyengsarakan rakyat. Walaupun mungkin ada dalam praktiknya terjadi kesalahan policy dalam kebijakan itu semata karena berbagai hal dari sistim yang berlaku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Secara logika umumnya mana ada orang gegabah mengambil kebijakan yang kebijakan itu bisa menghancurkan diri dan orang banyak,” katanya
Pengasuh Ponpes Al-Muawanah Cirebon inipun mencontohkan kegaduhan soal ekonomi Indonesia terpuruk dan amburadul, padahal faktanya begitu banyak calon jemaah haji harus berantri panjang dan secara umum tidak ada kelaparan di mana-mana artinya semua biasa.
“Kalaupun pun itu ada kekurangan tapi tidak separah dan seburuk hoax, jadi biasa sajalah wong dulu zaman orba kita mampu berswasembada pangan,” Demikian Kiai Fathurrohman
Diketahui Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berencana untuk mengimpor 1 juta ton beras. Alasannya, impor ini bukan karena pasokan beras yang kurang.
Akan tetapi menjadi mekanisme pemerintah untuk menjaga cadangan beras yang dimiliki Bulog. Pasalnya, Bulog diharuskan memiliki cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 1 juta ton hingga 1,5 juta ton.
(ymd)









