Gaduh Soal Beras Impor, Semoga Pemimpin Kita Tidak Sekejam Fira’un

- Redaksi

Selasa, 23 Maret 2021 - 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Cirebon – Para pemimpin kita tidak sekejam dan sejahat Fir’aun dan sebengis abrohah, munculnya kegaduhan soal impor beras yang di blow up harus disikapi bijak oleh masyarakat.

Demikian dikatakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muawanah Cirebon, Kiai Muhammad Fathurrohman Hasanuddin Dzubaedah, Selasa (23/3/2021).

Kiai Fathurrohman meyakini mustahil pemerintah membuat kebijakan impor beras dengan tujuan untuk menyengsarakan rakyat. Walaupun mungkin ada dalam praktiknya terjadi kesalahan policy dalam kebijakan itu semata karena berbagai hal dari sistim yang berlaku.

Baca Juga :  Fossil Addict Community Ramaikan Bazaar di Colony Bandung

“Secara logika umumnya mana ada orang gegabah mengambil kebijakan yang kebijakan itu bisa menghancurkan diri dan orang banyak,” katanya

Pengasuh Ponpes Al-Muawanah Cirebon inipun mencontohkan kegaduhan soal ekonomi Indonesia terpuruk dan amburadul, padahal faktanya begitu banyak calon jemaah haji harus berantri panjang dan secara umum tidak ada kelaparan di mana-mana artinya semua biasa.

Baca Juga :  Klarifikasi DLH Kota Bekasi Terkait Upah Harian PHL Tenaga Kebersihan Kali Asem

“Kalaupun pun itu ada kekurangan tapi tidak separah dan seburuk hoax, jadi biasa sajalah wong dulu zaman orba kita mampu berswasembada pangan,” Demikian Kiai Fathurrohman

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Melalui Bapenda Terus Berupaya Tingkatkan Cetak Massal SPPT PBB-P2 Lebih Awal

Diketahui Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berencana untuk mengimpor 1 juta ton beras. Alasannya, impor ini bukan karena pasokan beras yang kurang.

Akan tetapi menjadi mekanisme pemerintah untuk menjaga cadangan beras yang dimiliki Bulog. Pasalnya, Bulog diharuskan memiliki cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 1 juta ton hingga 1,5 juta ton.

(ymd)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029
Sensus Ekonomi 2026, Plt Bupati Bekasi Dorong Sinkronisasi BLK dengan Kebutuhan Industri
BPS, Kemenaker, dan Kemenperin Perkuat Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026
Camat Cibitung Encun Sunarto: Masukan Kepala Desa dan BPD Jadi Bahan Penyempurnaan Raperda Desa
Pramono Tegaskan Komitmen Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak
Wawali Harris Bobihoe Ajak Siswa Baru SMAN 10 Bekasi Bangun Karakter dan Raih Prestasi
Pemkab Bekasi Dorong Penguatan Koperasi pada Peringatan Harkopnas ke-79
Komisi III Desak Percepat Realisasi Infrastruktur

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:20 WIB

Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:44 WIB

Sensus Ekonomi 2026, Plt Bupati Bekasi Dorong Sinkronisasi BLK dengan Kebutuhan Industri

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:01 WIB

BPS, Kemenaker, dan Kemenperin Perkuat Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:15 WIB

Camat Cibitung Encun Sunarto: Masukan Kepala Desa dan BPD Jadi Bahan Penyempurnaan Raperda Desa

Senin, 20 Juli 2026 - 18:48 WIB

Pramono Tegaskan Komitmen Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Berita Terbaru

Dua terduga pelaku kasus dugaan penganiayaan yang berujung pada meninggalnya seorang pria diamankan Unit Reskrim Polsek Cikarang Barat. Keduanya saat ini menjalani proses penyidikan untuk kepentingan hukum lebih lanjut.

Bekasi

Perselisihan di Depan Salon Berujung Maut

Jumat, 24 Jul 2026 - 12:57 WIB

Tim gabungan Bapenda Kabupaten Bekasi bersama Kejaksaan, TNI, Polri, Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, dan perangkat daerah terkait melakukan inspeksi terhadap fasilitas sumur air tanah di salah satu perusahaan dalam rangka pengawasan perizinan serta optimalisasi penerimaan Pajak Air Tanah di Kabupaten Bekasi.

Bekasi

Bapenda Sidak 7 Perusahaan, Optimalkan Pajak Air Tanah

Jumat, 24 Jul 2026 - 08:19 WIB

Kerjasama Hubungi Kami