Fenomena Gerhana Bulan, Cirebon Astronomy Club Sediakan Fasilitas Mencoba Teropong Gratis

- Redaksi

Rabu, 31 Januari 2018 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Munculnya fenomena gerhana bulan langka terjadi hari Rabu (31/1) malam ini, membuat masyarakat sangat antusias untuk menyaksikannya. Fenomena langka tersebut terdiri dari tiga macam, yakni Supermoon, Blue Moon, dan Blood Moon.

Ketiga fenomena ini hanya terjadi secara bersamaan dalam kurun waktu 152 tahun sekali. Dan malam ini, fenomena tersebut bisa disaksikan di seluruh belahan Indonesia, termasuk di Cirebon.

Sebuah komunitas bernama Cirebon Astronomy Club menyediakan fasilitas teropong gratis di Alun-Alun Kejaksan Kota Cirebon. Mereka menyediakan 5 buah teropong untuk bisa dinikmati oleh warga Cirebon saat melihat fenomena langka tersebut.

Uniknya, teropong tersebut terbuat dari pipa paralon yang dirakit, dan dibentuk hingga menyerupai teropong pada umumnya. Meskipun begitu, kemampuannya tidak kalah dengan teropong biasa.

Namun sayangnya, keadaan cuaca saat ini sedang berawan. Sehingga bulan sesekali terlihat, sesekali menghilang tertutup awan. Sehingga, momen menyaksikan ketiga fenomena tersebut agak terganggu.

Baca Juga :  Peringati Hari Kesehatan Nasional, ISPA dan Diare menjadi Momok Masyarakat Kabupaten Cirebon

Putri, warga asal Babakan yang mencoba menikmati fasilitas teropong paralon tersebut mengatakan hasilnya lumayan bagus. “Hanya saja ada gangguan dari awan saja, karena cuacanya sedang mendung,” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Fika yang berasal dari Gunung Jati. Dirinya bahkan tidak sempat melihat bulan tersebut saat mencoba menggunakan teropong tersebut.

Baca Juga :  Pengundian Nomor Urut, Bamunas-Edo Nomor 1, Azis-Eti Nomor 2

“Mungkin karena ketutup awan, jadi masih kurang terlihat. Padahal fenomena ini sayang kalau terlewati,” jelasnya.

Sedangkan menurut salah satu anggota Cirebon Astronomy Club Slamet Riyadi, juga mengungkapkan kekecewaannya karena cuacanya berawan. Sehingga bukan hanya sesekali terlihat sebentar, lalu tertutup awan.

“Padahal ini fenomena langka yang bagus, tapi cuacanya kurang bersahabat. Kalau cerah pasti akan jelas terlihat,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!
Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur
Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan
Longsor Maut, Tambang Ditutup!
Gunung Kuda Murka, Dedi Mulyadi: Tambang Tanpa Etika adalah Kejahatan
Zona Longsor Diabaikan, 14 Orang Jadi Korban Tambang Gunung Kuda!
Korban Eks Perawat Didampingi Polisi dan Komnas Perlindungan Anak
Pemprov dan Pemkab Cirebon Kolaborasi Tangani Jalan Rusak
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 September 2025 - 16:00 WIB

Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!

Minggu, 1 Juni 2025 - 13:46 WIB

Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur

Sabtu, 31 Mei 2025 - 15:08 WIB

Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan

Jumat, 30 Mei 2025 - 20:00 WIB

Longsor Maut, Tambang Ditutup!

Jumat, 30 Mei 2025 - 16:09 WIB

Gunung Kuda Murka, Dedi Mulyadi: Tambang Tanpa Etika adalah Kejahatan

Berita Terbaru