Eddy Masyhudi Anak Veteran yang Berjiwa Sosial Tinggi

- Redaksi

Sabtu, 7 September 2019 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eddy Masyhudi dikenal sebagai sosok pengusaha Indramayu yang berjuang dari titik nol.

i

Eddy Masyhudi dikenal sebagai sosok pengusaha Indramayu yang berjuang dari titik nol.

RJN, Indramayu – Bagi sebagian orang, Eddy Masyhudi dikenal sebagai sosok pengusaha Indramayu yang berjuang dari titik nol. Ya, pria kelahiran 2 Juli 1967 ini, belajar menjadi pengusaha, setelah beberapa tahun bekerja sebagai karyawan atau orang kantoran. Keinginannya untuk maju, membuatnya memilih untuk banting setir. Ia tidak ingin terus menerus menjadi karyawan. Ia memilih untuk terjun secara mandiri untuk menggeluti usaha.

Jatuh bangun sebagai pengusaha telah ia lalui. Namun, perjuangan keras untuk menjadi pengusaha sukses ini, yang mampu mengantarkannya memiliki mentalitas kuat untuk maju dan berkembang.

Baca Juga :  Aktifis Mahamuda Bekasi: Bupati dan Walikota Harus Bersikap Tegas Kepada Dewan Pengawas BUMD

“Nasehat Orang tua adalah lebih baik berdiri sendiri atau mandiri dibandingkan ikut orang lain. Filosofi ini yang menjadi bekal bagi saya dalam menjalani kehidupan,” kata dia. Didikan disiplin dari kedua orang tua, Muhammad Abas Syafei-Tarinah menjadikannya sebagai pribadi yang disiplin dan bertanggungjawab.

“Bapak yang merupakan seorang veteran perang, mengajarkan kepada anak-anaknya untuk mampu bertanggungjawab dalam segala hal,” kata dia.

Ia menjelaskan, pondasi terbaik dalam hidup adalah dari diri kita sendiri. Artinya, dalam berwiraswasta, lebih baik memiliki perusahan kecil, namun milik kita sendiri dibandingkan bekerja di perusahaan besar, namun kita menjadi karyawan. Istilah lainnya adalah “Lebih baik dari kepala cacing daripada menjadi ekor naga”.

Baca Juga :  Eddy Masyhudi: Santri Harus Menjadi Generasi Masa Depan Bangsa

Selain berikhtiar dalam usaha, Eddy mengaku ada sisi kemanusiaan dan sosial yang tidak boleh dilupakan. Berbagi dengan sesama menjadi hal terpenting lainnya dalam hidup. Mendirikan Paguyuban Panji Laras merupakan upaya untuk menjadikannya tetap peduli kepada sesama dalam hal sosial dan kemanusiaan.

“Paguyuban Panji Laras merupakan wadah untuk berbagi dan membantu sesama. Berbagi dengan yang tidak mampu untuk kebaikan umat,” kata dia.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Berita Terbaru