oleh

Distanakan Kuningan Temukan Pedagang ‘Nakal’ yang Jual Hewan Kurban Sakit

RJN, Kuningan – Petugas medis kesehatan hewan dari Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (Distanakan) Kabupaten Kuningan memeriksa hewan kurban di beberapa titik. Tak hanya di sekitar Pasar Hewan Awirarangan Kuningan, titik penjualan hewan di emperan jalan juga menjadi target pemeriksaan petugas.

Plh Kepala Distanakan Kuningan, Dodi Nurochmatuddin melalui Kabid Peternakan Lia Priliawati menyebutkan, sejauh ini dari hasil pemeriksaan, petugas mendapati temuan bahwa hewan ternak yang dijual khususnya domba banyak yang belum masuk umur. Bahkan adapula beberapa domba dalam keadaan sakit.

“Kalau hasil dari pemeriksaan ini masih banyak domba yang belum cukup umur, bahkan dalam kondisi sakit seperti borok. Namun tidak ditemukan penyakit yang membahayakan,” ujarnya.

Usai pemeriksaan hewan, pihaknya mengenakan sebuah kalung sebagai tanda bahwa hewan itu layak untuk kurban. Pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini sudah berjalan sejak H-15 dan akan terus berlanjut hingga H+3 Idul Adha.

“Jadi kalau memenuhi kriteria kesehatan dan lain-lain, maka hewan ini diberi tanda kalung sehat. Syaratnya itu telah masuk umur, hewan kambing atau domba satu tahun dan sapi sudah dua tahun yang dilihat dari kondisi giginya,” terangnya.

Dia menyarankan, jika ingin membeli hewan untuk kurban harus dalam kondisi sehat. Cara yang dapat dilakukan yakni tubuh hewan terlihat gemuk, tidak cacat, mata bersih, hidung tidak mengeluarkan lendir seperti meler, dan suhu tubuh antara 37-39 derajat celcius.

“Bagi yang ditemukan hewan kurban yang tidak masuk layak kurban, kami sudah sampaikan kepada para pemiliknya agar tidak menjualnya untuk kurban. Hal ini juga perlu diketahui oleh masyarakat tentang syarat layak hewan kurban, sehingga untuk lebih amannya kami menyarankan membeli yang sudah mempunyai kalung sehat dari kami,” tandasnya.

Selama tiga hari pasca lebaran Idul Adha, pihaknya kembali turun, untuk memeriksa daging kurban yang dibagikan kepada warga. Hal khusus yang diperiksa misalnya kondisi jeroan hewan seperti hati, jantung, dan usus.

“Kita harus waspadai kemungkinan adanya parasit atau penyakit yang membahayakan masyarakat seperti cacing hati dan lainnya. Jika ditemukan kami minta untuk dimusnahkan,” tutupnya.

(red/rjn)

Komentar

News Feed