Diplomat Turki Sebut Rusia Gunakan Taktik Aleppo di Ukraina, Ini Penjelasannya

oleh -
Orang-orang berdiri di depan pabrik sepatu yang hancur setelah serangan rudal, di tengah invasi Rusia, di Dnipro, Ukraina 12 Maret 2022. Pasukan Rusia meningkatkan tembakan jarak jauh di Mariupol, Kyiv, Kharkiv, Chernihiv dan pusat populasi lainnya di Ukraina. REUTERS/Mykola Synelnikov

Luar Negeri – Pasukan Rusia di Ukraina menggunakan taktik yang sebelumnya diterapkan di Aleppo, Suriah, termasuk menyerang sasaran sipil dan menghalangi upaya kemanusiaan dan evakuasi.

Hal itu dikatakan mantan duta besar Turki untuk Moskow, Aydin Adnan Sezgin, seperti dilaporkan Ukrinform mengutip laman Milliyet, Selasa, 15 Maret 2022.

 

“Saat ini, ada tren serangan di Ukraina, mirip dengan di Suriah. Tentara Rusia menembak tanpa pandang bulu. Tidak ada fasilitas militer di tempat serangan rudal dan pemboman udara, ini semua adalah lingkungan perumahan,” kata Sezgin.

 

Menurut diplomat senior ini, Putin juga menggunakan taktik Aleppo saat merebut kota yaitu mengumumkan jaminan keamanan bagi warga sipil, sementara dalam praktiknya tidak ada hal seperti itu.

“Ketika orang-orang berusaha mengungsi dari kota karena takut dibom, dia mengatakan mari kita buka koridor kemanusiaan. Ketika koridor kemanusiaan dibuka, dia tidak mengizinkannya beroperasi pada waktu yang telah disepakati dan dikoordinasikan, sehingga dibom juga,” katanya.

 

Dia juga menunjukkan kesamaan antara tindakan Rusia di Chechnya, ketika penduduk sipil digunakan sebagai perisai manusia.

“Ini murni perang propaganda psikologis. Ukraina tidak menyerang, itu membela tanah dan warganya. Apa yang akan dicapai Zelensky dengan membunuh warganya sendiri, warga sipil? Tidak ada, jadi itu bohong. Rusia sebelumnya telah membuat tuduhan seperti itu di Chechnya. Mereka mengulangi hal yang sama di Suriah, jadi itu bohong total. Rusia telah dikutuk oleh seluruh komunitas internasional,” kata Sezgin.

 

Ia yakin bahwa semakin lama perang berlangsung, semakin “berhasil” melawan Putin, khususnya karena pendukungnya akan menekannya untuk mengakhiri perang, dan Putin menyadari hal ini.

 

Rusia membantu pemerintah Suriah menghadapi pemberontak yang menguasai kota Aleppo dengan melakukan serangan besar-besaran, termasuk ke fasilitas sipil pada 2016.

 

Rusia, yang melakukan invasi ke Ukraina sejak 24 Februari 2022, mengklaim tidak menyasar pemukiman dan warga sipil. Pasukan Rusia menembaki dan menghancurkan infrastruktur dan daerah pemukiman di kota-kota Ukraina, menggunakan artileri, peluncur roket ganda, dan rudal balistik

 

sumber: tempo.co

Comment