RakyatJabarNews.com, Cirebon– Lahan sawah tadah hujan di Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon dilanda kekeringan setiap tahunnya. Tidak terkecuali lahan persawahan di Desa Beringin yang setiap tahunnya selalu kekeringan dikala musim kemarau.
Ditemui di salah satu lokasi proyek rekayasa irigasi Desa setempat, Kuwu Beringin, Darkim menjelaskan jika keseluruhan lahan yang terdapat di Desanya merupakan Lahan tadah hujan, Jumat (10/8/2018).
“Lebih dari 120 hektar lahan sawah disini merupakan lahan tadah hujan dan hanya bisa ditanam sekali saja”paparnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masih menurut Darkim selama 5 tahun ini program pembuatan saluran dan Japan di area pertanian secara bertahap di bangun guna menunjang ekonomi masyarakat petani.
“Masyarakat kami umumnya petani, sehingga sudah menjadi prioritas pembangunan yang kami laksanakan demi menunjang sarana perekonomian masyarakat”paparnya.
Ditambahkan Darkim penataan saluran irigasi menjadi sangat penting agar air dapat dimaksimalkan untuk kegiatan pertanian secara merata.
“Kami bangun spal disini untuk mengalirkan air di musim penghujan agar aliran air tidak merusak dan dapat dipergunakan secara maksimal”paparnya.
Masih menurutnya kebutuhan pupuk dan obat obatan bagi para petani akan di bantu melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Tahun ini kami mulai membantu petani melalui BUMDes dengan menyediakan pupuk dan obat obatan pertanian”paparnya.
Sedangkan pada saat mengkonfirmasi kekeringan yang melanda areal persawahan di Wilayah Kecamatan Pangenan, Camat Muchlas tidak bisa memberikan data terkait berapa area luas lahan yang kekeringan karena data dipegang UPT Pertanian.
“Untuk data valid kami tidak memiliki, ada dinas lain yang mengurusi, namun kami akan mencoba mengajukan untuk dibangun bendungan karet agar pasokan air bisa mengairi persawahan,”paparnya.
Sedangkan menurut salah seorang Tokoh Masyarakat Kecamatan Pangenan, Satori sangat menyangkan kondisi pertanian yang kurang mendapatkan perhatian serius dari Dinas terkait dan dibiarkan selama bertahun tahun tanpa solusi.
“Lahan disini setiap tahun nya banyak yang beralih fungsi menjadi kawasan industri dan lahan yang tersisa terkesan di biarkan tentu ini merugikan masyarakat petani,” tandasnya. (ymd/RJN)





















