oleh

Diduga Sebar Hoax, Kades Drahim Dilaporkan PDIP

RakyatJabarNews.com, Bekasi –Puluhan kader PDI Perjuangan menyambangi Polda Metro Jaya, Jumat (13/4). Kedatangan mereka adalah untuk melaporkan akun Facebook atas nama Drahim Sada.

Drahim Sada diketahui adalah Kepala Desa Srijaya,  Tambun Utara.  Ia diduga melakukan  melakukan tindak ujaran kebencian, dengan menyebut kata-kata bernada hinaan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Hal itu dibenarkan,  Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi,  Soleman ketika dihubungi awak media yang turut melaporkan Drahim Sada dengan nomor laporan, LP/2049/IV/2018/PMJ/Dit Reskrimsus.

Dijelaskan Soleman, pelaporan ke Polda Metro Jaya ini dipicu atas munculnya penyebaran hoax dan Provokasi SARA di facebook yang menyudutkan PDI Perjuangan dan Ibu Ketua Umum Megawati Soekarno Putri.

“Akun facebook dengan nama Drahim Sada yang diduga salah satu oknum Kades di Kabupaten Bekasi, telah membagikan, menyebarkan, men-share berita hoax dan provokasi SARA dari sebuah akun facebook seseorang yang bernama Adinda Elizabeth Rahmadani,” tutur Soleman.

Adapun berita hoax yang disebarkan melalui akun facebook yang diduga oknum Kades tersebut bertuliskan, “PDIP usul ke pemerintah agar pesantren ditutup di seluruh Indonesia”, dengan ditambahkan pula pengantar tulisan postingan “Nenek jahanam makin tua makin bangsat”.

Dimana sambungnya, disitu juga di posting atau di upload gambar Ibu Ketua Umum Megawati Soekarno Putri dan Hasto Kristiyanto (Sekjen DPP PDI Perjuangan) yang sedang duduk berjalan,” terang Soleman.

“Usut tuntas penyebar hoax seperti ini, berikan hukuman sesuai ketentuan perundangan yang berlaku agar memberikan efek jera. Kami sangat tidak terima perlakuan ini, hoax yang disebarkan telah merendahkan harga diri Partai kami,” pintanya.

Pria asal Tambun Selatan ini mengaku geram dengan ulah oknum Kades y yang memposting dan menyebarkan hoax di facebook.

ratusan kader PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melaporkan oknum penyebar hoax tersebut ke Polda Metro Jaya (PMJ), Jumat (14/4/ 2018).

Ia menduga Kades sudah keterlaluan dan melanggar UU ITE Pasal 28 ayat (1) dan ayat (2). “Tak hanya DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, tampak turut sambangi Polda Metro Jaya hari ini, DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi dan juga Kota Depok. Ketiga DPC PDI Perjuangan ini membawa ratusan orang kadernya ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan sebaran hoax di Facebook ini,” pungkasnya. (yto/RJN) 

Komentar

News Feed