Abeng menambahkan, padat karya tunai ini merupakan program pemerintah daerah berupa kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi dan dampak dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Ya, kita mengutamakan pemanfaatan sumber daya tenaga kerja lokal untuk menambah pendapatan masyarakat, kita ajak bersih-bersih lingkungan dan mereka mendapat tambahan penghasilan juga,” terangnya.
Selain itu, lanjut Abeng, padat karya ini menumbuhkan budaya gotong royong, kekompakan dan kebersamaan, sehingga tercipta kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. (*)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2









