Bikin Resah Masyarakat, Oknum Polisi Aniaya Warga Pebayuran

  • Whatsapp

rakyatjabarnews.com, Bekasi – Aksi kekerasan dan penganiayaan oleh oknum polisi kembali terjadi di Bekasi, peristiwa tersebut di lakukan oleh oknum anggota polisi berinisial P yang merupakan anggota kepolisian Polsek Pakis Jaya Polres kerawang.

Pelaku melakukan aksinya terhadap seorang warga bernama Umar Toni(45) yang merupakan warga Kampung Teluk Bango RT001/01 Desa Karang Harja Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, dan kasusnya sudah di laporkan sejak bulan Januari 2021, namun sampai saat ini masih belum mendapatkan kejelasan status dari pihak Polres Metro Bekasi.

Bacaan Lainnya

Kasus penganiayaan dan kronologis hingga berujung laporan tindakan penganiayaan tersebut terjadi karena korban merasa telah di dzholimi dan di rugikan dengan tindakan kekerasan fisik maupun psikis, sehingga korban dan keluarga yang di dampingi Penasihat hukum nya dari kantor LAW FIRM DHA & Associates ,Dudy Hairurizal SH.MH melaporkan tindakan yang menimpa dirinya ke SatReskrim Polres metro bekasi dengan Nomor : LP/015/012-SPKT/K/l/2021 /RESTRO BEKASI pada hari Kamis 7 Januari 2021.

Sebelumnya secara kode etik profesi pun umar toni bersama keluarga juga telah melaporkan Peristiwa tersebut ke Divisi Propam Mabes polri dengan nomor laporan: SPSP2/44/1/2021/BAGYANDUAN.

Menurut Umar Toni menjelaskan, kejadian pemukulan tersebut berlangsung bukan cuma satu kali, tetapi berkali-kali di tempat yang berbeda. kejadian awal di rumah saya sendiri melalukan dengan terang-terangan di hadapan istri dan anak-anak saya,” jelasnya pria yang akrab di sapa bang Joy.

” Kejadian berikutnya di lakukan di rumah kawan saya yg bernama Samsudin Bowo saat itu saya sedang bertamu. yang secara membabi buta mendatangi saya ,dan terakhir yang paling fatal tindakan tersebut di lakukan di muka umum di lahan proyek pengurugan bapak haji Heri (tokoh masyarakat cabang bungin ) yang berlokasi di kampung Garon desa setia laksana kecamatan cabang bungin kabupaten Bekasi”beber umar toni.

Sementara di temlat terrpisah, penasihat hukum korban Dudy Hairurizal W. SH.MH dari kantor hukum LAW FIRM “DHA & Associates” menyayangkan perbuatan yang di lakukan oleh oknum tersebut. karena seharusnya sebagai anggota kepolisian Bripka P memberikan contoh yang baik, menjadi pelindung dan mengayomi masyarakat. Atas tindakan penganiayaan tersebut korban mengalami luka di bagian tubuh, kaki dan wajahnya yang di buktikan dengan Hasil surat Visum oleh dokter.

“Kami sudah melaporkan pelaku dengan laporan penganiayaan dan alhamdulillah saat ini sudah sudah di berikan SP2HP oleh penyidik dan sudah di naikan prosesnya ke tingkat penyidikan,cuma memang terduga pelaku masih berstatus sebagai Terlapor, semoga dalam waktu dekat bisa mendapat kejelasan status nya menjadi tersangka,agar bisa di lanjutkan ke meja persidangan, ” ujarnya Dudy Hairurizal W. SH.MH

Sementara pihak keluarga korban sangat berharap kepada kepolisan dalam hal ini Polres Metro Bekasi khususnya kepada Kapolres Metro Bekasi Kombespol Hendra Gunawan, dan Kasat Reskrim agar cepat segera menindak oknum pelaku tersebut. karena memang perbuatan dan perilakunya sudah sering berbuat onar dan meresahkan masyarakat. Selain sering bersikap kasar, arogan, pelaku juga sudah sering keluar masuk propam karawang, dengan jeratan kasus narkoba, pemerasan, dan lainnya.

Pihak keluarga juga dan warga juga sangat menyesalkan ulah oknum tersebut. Karena dengan ulahnya sudah membuat citra kepolisian yang selama ini di cintai oleh masyarakat menjadi buruk.

(red)

Pos terkait

Comment