Bangunan Liar di Kecamatan Sukamakmur Semakin Marak

- Redaksi

Sabtu, 18 November 2017 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Bogor – Tidak hanya di puncak saja, bangunan liar (bangli) di Kecamatan Sukamakmur semakin marak saja. Hal itu terlihat dari bermunculannya bangli di sepanjang Jalan Raya Cibadak-Sukamakmur, tepatnya Di Kampung Gombong, Desa Cibadak, Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Mirip-mirip di wilayah puncak, bangunan semi permanen tersebut difungsikan sebagai tempat usaha, seperti warung hingga bengkel.

Tak terlihat upaya pemerintah setempat dalam melakukan penertiban pada bangli tersebut, hingga saat ini masih terlihat pembangunan bangli baru disana. Pasalnya, jika lahan tersebut semakin banyak bangli maka, akan semakin sulit ditertibkan.

Salah satu warga Kecamatan Sukamakmur, membenarkan banyaknya bangli di sana. Terlebih, lokasi bangli persis berada di sisi jalan yang dahulunya dijanjikan steril dari bangunan. Mengingat, peristiwa pergeseran tanah pada tahun 2014 silam.

“Iya tuh, siapa yang memulai, sampai sekarang jumlahnya makin banyak. Kelihatannya jadi kumuh. Padahal, dulu ada peringatan gak boleh ada bangunan apapun,” ujarnya.

Terlepas itu, menurut keterangan dari beberapa warga setempat bahwa keberadaan bangli disana berdiri dilahan yang ‘katanya’ milik Kades setempat. Namun, dikhawatirkan akan membuat wilayah disana menjadi layaknya seperti Puncak.

Baca Juga :  Keberanian Jaksa Agung Mengungkap Kasus Korupsi di Pertamina, Disebut Mahfud MD Ada Restu Presiden Prabowo

“Jangankan warung kecil, coba lihat yang membangun vila-vila dan resort di atas tuh. itu juga kebanyakan milik pendatang. Selama berdiri mana pihak pemerintah pernah melakukan penertiban,” cetusnya.

Terpisah, Camat Sukamakmur Zaenal Ashari mengaku sudah menghimbau soal kaitan keberadaan bangunan tersebut. Legal tidaknya bangli di jalan itu di sebut atas permintaan warga disekitar yang ingin membuka usaha.

Baca Juga :  Dampak Banjir, Pengelola Ruas Tol Kanci-Pejagan akan Konsultasikan kepada BPJT

“Sudah kita imbau, tapi gimana lagi, itu keinginan warga yang mau berjual. Tapi tetap kami antisipasi. Jangan sampai dari situ muncul wanita-wanita warung,” kilahnya.

Sementara dari penelusuran, untuk menyewa lahan itu, para pelaku usaha menyebut membayar 150-250 ribu perbulan ke Kades. “Kalau saya 250, yang sebelah 150-an, kalo listrik beda lagi, bayar sama petugas PLN, kan ini mah langsung dari tiang bang,” beber salah seorang pedagang di lokasi. (Ydi/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru
Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial
Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ
SPMB 2026 Kota Bekasi, Pemkot Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah
Ketua DPRD Kota Bekasi Dukung Program Literasi Digital JMSI Bekasi Raya
HBH Lamahu Bekasi Pererat Harmoni Budaya di CFD
Pasar Tumpah Cikarang Bakal “Disapu Bersih”, TNI-Polri Siaga 24 Jam!
Asep Surya Ajak Infocity Kawal Program Bekasi, Fokus Sampah hingga Banjir

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:59 WIB

Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Tiba di Jatiasih, Warga Sambut Haru

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:40 WIB

Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial

Senin, 25 Mei 2026 - 09:37 WIB

Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ

Senin, 11 Mei 2026 - 21:59 WIB

SPMB 2026 Kota Bekasi, Pemkot Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah

Senin, 11 Mei 2026 - 14:41 WIB

Ketua DPRD Kota Bekasi Dukung Program Literasi Digital JMSI Bekasi Raya

Berita Terbaru