RakyatJabarNews.com, Cirebon – Setelah bergulirnya program Mata TB di Kecamatan Sedong pada Selasa kemarin, kini Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon pun menggulirkan program ketuk pintu agar hasil dari program Mata TB secara masif.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Nanang Ruhiana mengatakan, dirinya sangat mengapreasiasi program inovasi Mata TB yang sedang dilakukan oleh Puskesmas Sedong.
“Kami sangat mengapresiasi usaha dari puskesmas sedong yang sudah menggulirkan program inovasi Mata TB,” jelasnya, Rabu (9/5).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masih menurut Nanang, program Indonesia bebas TB tahun 2030 Kementerian Kesehatan yang harus diintervensi TBC, Imunisasi,dan stanting, khusus TBC sesuai permenkes nomor 67 tahun 2016, yaitu ada perubahan cara metode yang tadinya pasif sekarang menjadi aktif dan masive agar TBC ini bisa segera diatasi di Kabupaten Cirebon.
“Sekarang kami akan secara aktif mencari terduga pengidap penyakit tuber colosis agar lima tahun kedepan ada penurunan pengidap TBC di kabupaten Cirebon,” tuturnya.
Pihaknya sudah meminta kepada seluruh puskesmas yang ada agar turun langsung, sehingga pada tahun 2018 bisa menemukan 4.500 pasien TBC sesuai proforsi dari jumlah penduduk kabupaten sebesar 3%, E-Caruban yaitu “Edukasi – Cari terduga TBC blusukan” dan di dalamnya ada metode ketuk pintu.
“Kami pun siap mensweeping melalui program lintas sektoral guna mengedukasi dengan cara ketuk pintu,” terangnya.
Adapun cara ini dilakukan dengan metode wawancara terhadap masyarakat dan di lakukan secara lintas sektoral dengan pemerintah daerah, dinas pendidikan BPMPD di mana melinatkan unsur sekolah dan kader posyandu dari PKK di setiap Desa.
“Kami akan bekerjasama dengan disdik yaitu ke sekolah-sekolah dan bpmpd untuk turun ke desa-desa serta bapeda kabupaten Cirebon,” terangnya.
Pihaknya pun akan secara aktif dalam menjemput penderita TBC agar mau berobat ke puskesmas terdekat karena ini merupakan program nasional.
“Kami menghimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan program pemerintah dalam pengobatan gratis,” pungkasnya.(Ymd/RJN)









