oleh

Andi Arief Dipolisikan Soal Hoax, BPN Prabowo-Sandi Singgung Esemka Mar’uf Amin

Wasekjen Demokrat Andi Arief dilaporkan ke Bareskrim Polri karena diduga menyebar berita bohong soal isu adanya tujuh kontainer yang membawa surat suara tercoblos. Anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Anthony Leong mengatakan bahwa diksi yang dipakai oleh Andi Arief bukan merupakan hoax seperti yang dituduhkan oleh masyarakat.

“Kalau diperhatikan, diksi Andi Arief sedang mengimbau KPU untuk memeriksa kabar mengenai informasi tersebut. Coba dilihat lagi. Pak Ma’ruf Amin akan luncurkan Esemka pada Oktober 2018 tapi sekarang sudah Januari 2019 juga belum ada, padahal rakyat sudah menanti. Ini baru hoax. Kami minta pihak berwajib adil dalam memberantas peredaran hoax,” tutur Anthony pada keterangannya (5/1/2019).

Koordinator PRIDE (Prabowo-Sandi Digital Team) itu meminta semua pihak untuk tidak saling memprovokasi dan meminta pihak berwajib untuk mencari siapa yang pembuat rekaman tersebut.

“Jangan sampai ini ada framming untuk menyudutkan Prabowo-Sandi karena cuitan yang viral, perekam suara itulah yang harusnya ditindak lanjuti. Kemarin kasus black campaign Sandiaga Uno Undercover juga tidak diproses sampai sekarang, padahal pelaporan sudah masuk,”Kabar soal tujuh kontainer surat suara yang tercoblos itu tersebar di grup WhatsApp serta diungkap Wasekjen PD Andi Arief lewat akun Twitter @AndiArief__. KPU bersama Bawaslu, Rabu (2/1/2019).

langsung mengecek ke lokasi yang disebutkan berada di Pelabuhan Tanjung Priok.Namun KPU memastikan kabar terkait adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, adalah bohong. Penegasan ini disampaikan setelah KPU mengecek kontainer di Tanjung Priok.

“Tidak ada, itu tidak benar, tidak ada TNI AL yang menemukan itu dan tidak benar KPU telah menyita,” ujar Ketua KPU Arief Budiman seusai sidak di Tanjung Priok.(red/rjn)

Komentar

News Feed