337 Warga Binaan Lapas Kelas II Kuningan Nyoblos

  • Whatsapp

RJN, Kuningan – Sebanyak 337 narapidana Lapas Kelas II A Kuningan yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) maupun Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) menyalurkan hak pilihnya di TPS 44 dan TPS 45 yang disediakan didalam Lapas.

Para warga binaan Lapas Kuningan rupanya memiliki harapan besar, adanya Pemilu serentak 2019 khususnya Pilpres. Sebagian besar dari para napi, mengharapkan agar Pilpres ini dapat menghasilkan pemimpin yang adil dan bijaksana. Sekaligus bisa memperhatikan warga masyarakat Indonesia, khususnya bagi yang berstatus narapidana.

Bacaan Lainnya

“Mudah-mudahan lebih baik kedepan. Adanya pemilihan disini, juga bisa ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi menentukan hak pilih kami,” kata salah seorang narapidana, Tatang kepada wartawan, Rabu (17/4/2019).

Dia juga berharap, agar calon pemimpin yang terpilih dapat memajukan bangsa Indonesia lebih baik ke depan. “Semoga negara kita lebih maju lagi. Harapan kami sebagai rakyat, semoga pemimpin yang kita pilih mudah-mudahan menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana,” tambahnya.

Warga binaan lainnya, Dadang menuturkan, bahwa seperti yang diketahui negara Indonesia merupakan negara demokrasi. Salah satu penyaluran hak politik didalam lapas, merupakan salah satu pemberian kebebasan kepada narapidana.

“Salah satu pemilihan didalam Lapas ini, memberikan kebebasan kepada narapidana bahwa setiap narapidana mempunyai hak untuk memilih. Tentunya kami berharap, dapat melahirkan pemimpin yang amanah, mempunyai tanggung-jawab terhadap masyarakat, dan banyak narapidana disini yang menginginkan agar pemimpin itu betul-betul melayani masyarakat,” ungkapnya.

Sementara Kepala Lapas Kelas II A Kuningan, Samsul Hidayat Bc IP SH MH menyebutkan, ada sebanyak dua TPS yang disediakan bagi para pemilih didalam Lapas. Bahkan kedua TPS itu dikonsep sedemikian rupa agar membuat suasana lebih nyaman saat memilih

“Ini konsepnya yang di TPS 44 itu pernikahan, dan TPS 45 itu dengan konsep sunatan. TPS 44 itu pakai janur agar terlihat seolah-olah ada hajatan pernikahan, sedangkan TPS 45 itu pakai balon-balon yang menggambarkan tentang sunatan,” sebutnya.

Menurutnya, semua dekorasi dalam konsep TPS itu dibantu pula oleh warga binaan Lapas Kelas II A Kuningan. “Ya kita dibantu juga warga binaan. Ini inisiatif dari kita, dan mereka (warga binaan, red) membantu dekorasinya. Kita maksimalkan saja anggaran yang ada,” terangnya.

Dia mengaku, selain agar membuat nyaman para pemilih, konsep itu ditujukan untuk mendinginkan suasana konstelasi politik yang makin memanas. “Ya ini untuk mendinginkan situasi saja. Insya Allah besok kita akan menerapkan prinsip-prinsip yang telah diatur KPU,” tutupnya..(dri/rjjn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *