Pendapatan DKI Capai Rp29,29 Triliun, Belanja APBD Terus Dipercepat

- Redaksi

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan realisasi APBD DKI Jakarta hingga Triwulan II 2026 dalam konferensi pers Jakarta Budget Talks di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026).

i

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan realisasi APBD DKI Jakarta hingga Triwulan II 2026 dalam konferensi pers Jakarta Budget Talks di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026).

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp29,29 triliun hingga 30 Juni 2026 atau 41 persen dari target APBD sebesar Rp71,45 triliun. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp24,73 triliun atau 33,30 persen dari pagu Rp74,28 triliun.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kinerja APBD hingga Triwulan II 2026 menjadi penopang pembangunan dan pelayanan publik di tengah ketidakpastian ekonomi global dan nasional. Pemprov DKI juga terus mempercepat realisasi belanja agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“APBD harus menjadi instrumen yang mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan manfaat nyata, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta,” kata Pramono dalam konferensi pers Jakarta Budget Talks di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga :  Tol Japek II (Elevated) Resmi Menjadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed

Selain pendapatan dan belanja, penerimaan pembiayaan daerah telah terealisasi Rp5,82 triliun atau 58,92 persen dari target. Adapun pengeluaran pembiayaan mencapai Rp574,9 miliar atau 8,17 persen dari pagu anggaran.

Hingga akhir Triwulan II 2026, sebanyak 118.161 paket pengadaan telah diselesaikan. Pemprov DKI terus mempercepat penyelesaian paket yang masih berproses agar pembangunan berjalan sesuai target.

Di sisi ekonomi, Jakarta mencatat pertumbuhan sebesar 5,59 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Triwulan I 2026. Pertumbuhan tersebut didorong konsumsi masyarakat, aktivitas dunia usaha, serta sektor perdagangan, jasa keuangan, dan industri pengolahan.

Indeks Keyakinan Konsumen pada Juni 2026 berada di level 144,4, sedangkan penjualan riil tumbuh 8,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Mobilitas masyarakat juga meningkat, dengan jumlah pengguna transportasi umum mencapai 230,8 juta penumpang pada Triwulan II 2026 atau naik 9,70 persen secara tahunan.

Baca Juga :  Belkote Paints Hadirkan Mobil Legendaris Garasi Drift di IMX 2024

Menurut Pramono, pertumbuhan ekonomi harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan layanan transportasi publik, pengendalian harga, dan berbagai program penggerak ekonomi.

Pemprov DKI juga mencatat inflasi Jakarta pada Juni 2026 sebesar 2,78 persen secara tahunan, masih berada dalam rentang sasaran nasional dan lebih rendah dibandingkan inflasi nasional.

Di bidang investasi, Jakarta tetap menjadi tujuan investasi terbesar di Indonesia. Realisasi investasi pada Semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun atau tumbuh 23,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kontribusi 17,20 persen terhadap total investasi nasional.

Baca Juga :  Tampung Aspirasi Warga, Martina Fokuskan Pembangunan Infrastruktur dan Pendidikan

Selain itu, Pemprov DKI terus mempercepat pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur berkelanjutan.

Dalam sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka Jakarta pada Februari 2026 turun menjadi 6,03 persen. Penurunan tersebut didukung berbagai program seperti padat karya, pelatihan kerja, magang bagi lulusan SMA dan sederajat, serta layanan Mobile Training Unit.

Pramono menambahkan, Pemprov DKI juga melanjutkan program penyiapan dan penempatan tenaga kerja ke luar negeri, termasuk ke Jepang, Korea Selatan, Jerman, Arab Saudi, dan sejumlah negara lainnya.

“Kami ingin memastikan pembangunan Jakarta berlangsung secara inklusif. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan terbukanya lapangan kerja, meningkatnya kualitas layanan publik, dan terjaganya kesejahteraan seluruh warga,” ujar Pramono.

(*?

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

XLSMART Resmi Raih Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz
Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029
Audi Indonesia Bakal Luncurkan SUV Premium Baru di GIIAS 2026, Lengkapi Audi Q Series
XLSMART Gandeng Google, Pelanggan XL, AXIS, dan SMARTFREN Dapat Akses Google Gemini Gratis 6 Bulan
DKI Jakarta Mulai Hentikan Open Dumping di TPST Bantargebang, Terapkan Controlled Landfill
Polri Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi PT PPA, Negara Rugi Rp38,8 Miliar
Cek Tilang ETLE Kini Bisa Online, Hanya Butuh 1 Menit
Ratusan Massa Demo di Kantor Hotman Paris

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:03 WIB

XLSMART Resmi Raih Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:29 WIB

Pendapatan DKI Capai Rp29,29 Triliun, Belanja APBD Terus Dipercepat

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:20 WIB

Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:55 WIB

Audi Indonesia Bakal Luncurkan SUV Premium Baru di GIIAS 2026, Lengkapi Audi Q Series

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:45 WIB

XLSMART Gandeng Google, Pelanggan XL, AXIS, dan SMARTFREN Dapat Akses Google Gemini Gratis 6 Bulan

Berita Terbaru

Tampak gedung XLSMART Tower di Jakarta. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk resmi ditetapkan sebagai salah satu pemenang seleksi pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz Tahun 2026, yang akan dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan layanan 4G, mempercepat pengembangan 5G, serta meningkatkan kualitas konektivitas digital di Indonesia. Foto: Dok. XLSMART.

Bisnis

XLSMART Resmi Raih Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

Kamis, 23 Jul 2026 - 07:03 WIB