Adi Suparto Prihatin atas Insiden Reruntuhan Pertambangan Batu Kapur

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 18 November 2017 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Bogor – Menanggapi tewasnya kakek tua bernama Ukay Sukarya (62) warga Kampung Sindanglengo RT 02/ RW 03, Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor yang tewas mengenaskan dengan kepala terputus akibat reruntuhan bongkahan batu kapur di lokasi Pertambangan Batu Kapur yang diduga ilegal tersebut, Pengamat Sosial Universitas Budi Utomo, Dr. Adi Suparto mengaku keperihatinannya atas kejadian tersebut.

Bahkan menurut dia, Pemerintah Daerah (Pemda) dinilai lalai dalam mengawasi adanya tambang liar di bogor tersebut.

“Meski dalam konteks perizinan tambang tersebut melalui dinas provinsi dan pemerintah pusat, akan tetapi Pemda sebagai penguasa wilayah memiliki kewenangan dalam mengeluarkan surat rekom lanjutan yang akan dibawa ke provinsi maupun pusat. Jadi dalam kasus di Bogor saya minta Pemda Kabupaten Bogor pun harus bertanggungjawab,” tegas Adi melalui telpon selularnya kepada Rakyatjabarnews.com, Jumat (17/11/2017).

Terlebih, lanjut Adi, di area galian C yang diduga ilegal tersebut telah memakan korban dari warga sekitar. Semestinya pihak Kepolisian juga harus melakukan investigasi secara menyeluruh dilokasi tambang tersebut.

“Jika ada, apakah dalam penggunaan bahan peledak untuk memecahkan bongkahan tanah maupun batu kapur melebihi ketentuan. Kemudian yang tidak kalah pentingnya, radius lokasi penambangan apakah sudah sesuai dengan UU Minerba. Kalau ditemukan ada pelanggaran, tentunya pihak Kepolisian baik itu di tingkatan Polda maupun Mabes Polri harus turun tangan, karena sudah ada korban,” tandas Adi.

Baca Juga :  Inilah Kronologi Penangkapan AL, Terduga Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Ada pun dugaan keberadaan tambang di area tersebut ilegal, tentunya masyarakat maupun LSM wajib menanyakan aspek legalitasnya.

“Bila pihak penambang tidak bisa menunjukan legalitasnya, tentu masyarakat maupun LSM yang berkoordinasi dengan pihak Kepolisian berhak menutupnya,” tegas Adi. (Ydi/RJN)

Berita Terkait

Presiden Jokowi Akan Lepas Kontingen RI untuk Olimpiade Paris 2024
Diringkus di Palembang, Pembunuh Wanita Dalam Koper Sempat Ajak Korban Masuk ke Kamar Hotel di Bandung
Pengelola Jalan Tol Bogor Outer Ring Road Lakukan Penanaman 1.000 Pohon
Viral, Bensin Campur Air di Bekasi, Polisi Amankan 5 Orang Tersangka
Jasa Marga Sukses Raih Dua Penghargaan Bergengsi Dalam Ajang Indonesia CSR Excellence Award 2024
Dokter Gadungan Di Cikarang, Dikenal Pasang Tarif Pengobatan Yang Mahal
5 Tahun Praktek, Dokter Gadungan di Cikarang Kini Diringkus Polisi
Dapat Bisikan Gaib, Ibu Kandung di Bekasi Tega Bunuh Anaknya Umur 5 Tahun
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juli 2024 - 07:56 WIB

Presiden Jokowi Akan Lepas Kontingen RI untuk Olimpiade Paris 2024

Rabu, 1 Mei 2024 - 20:54 WIB

Diringkus di Palembang, Pembunuh Wanita Dalam Koper Sempat Ajak Korban Masuk ke Kamar Hotel di Bandung

Rabu, 24 April 2024 - 21:17 WIB

Pengelola Jalan Tol Bogor Outer Ring Road Lakukan Penanaman 1.000 Pohon

Rabu, 27 Maret 2024 - 16:28 WIB

Viral, Bensin Campur Air di Bekasi, Polisi Amankan 5 Orang Tersangka

Kamis, 21 Maret 2024 - 22:45 WIB

Jasa Marga Sukses Raih Dua Penghargaan Bergengsi Dalam Ajang Indonesia CSR Excellence Award 2024

Berita Terbaru

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memberikan panduan untuk memudahkan kedatangan dan menjadikan waktu berburu mobil baru jadi lebih menyenangkan.

Bisnis

Suzuki Berikan Tips di Pameran GIIAS 2024, Ini Tipsnya !

Sabtu, 20 Jul 2024 - 17:54 WIB

Foto : Partai Amanat Nasional Kota Bekasi Resmi Rekomendasi Tri Adhianto Calon Walikota Bekasi 2024.

Bekasi

Mas Tri dari Dapat Surat Rekomendasi dari PAN

Sabtu, 20 Jul 2024 - 16:03 WIB