Adanya Desakan Copot Kapolri, Ini Kata KH. Ayip Abbas

  • Whatsapp

RJN, Cirebon – Deklarasi Kebangsaan digelar oleh Pondok Pesantren Assalafiah Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, Pesantren harus menjadi pendulum dan tidak boleh memihak pada salah satu pasangan Calon Presiden.

Menurut KH. Ayip Abbas pengasuh ponpes Assalifiah Lemahabang Cirebon, situasi politik sudah mulai memanas sehingga diperlukan adanya pencegahan agar suhu politik cooling down.

“Kami menggelar deklarasi kebangsaan untuk menjaga kondusifitas, karena jelang pilpres suhu politik makin memanas, “ungkapnya kepada rakyatjabarnews.com saat press conference di komplek Ponpes Assalifiah, Sabtu (13/10/2018).

Masih menurut KH Ayip Abbas jika nenek moyang Bangsa Indonesia itu terkenal santun dan saling menghargai maka dari itu kita harus bisa menghargai perbedaan.

“Negara kita itu terkenal santun dan berbudaya, belajarlah saling menghargai walau ada perbedaan pandangan politik.”

KH. Ayip Abbas menghimbau agar masyarakat jangan mudah terpancing oleh berita berita hoax yang marak belakangan ini, kami harapkan masyarakat berpikir terlebih dahulu dalam hal bertindak apakah bermanfaat atau tidak.

“Kami himbau pada masyarakat agar menjaga persaudaaran walau dalam pandangan politik berbeda, selain itu jika menemukan informasi agar di klarifikasi dahulu.”

KH. Ayip Abbas menekankan bahwa Pondok Pesantren itu harus sebagai pendulum atau penengah, sehingga tidak boleh dukung mendukung ke salah satu calon presiden.

Menurut KH. Ayip Abbas adanya desakan dari beberapa orang agar Presiden Joko Widodo mencopot jabatan Kapolri dari Tito Karnavian yang sedang menangani kasus berita bohong Ratna Sarumpaet hingga mencuatnya kasus lama di KPK tentang Skandal Perusakan Buku Merah.

“Kembali pada Presiden mana yang terbaik untuk Bangsa Indonesia, Presiden lebih bijaksana dalam hal itu dan yang terbaik menurut presiden,” tutupnya.

Inilah alamat situsnya yang mengungkap adanya perusakan alat bukti di KPK bisa klik di https://m.kbr.id/nasional/10-2018/skandal_perusakan_buku_merah/97396.html#page-top dimana dalam isi beritanya sangat gamblang menelusuri Skandal Perusakan Buku Merah.(ymd/RJN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *