Harga Beras Meroket, Diah Irwani Dongkol

- Redaksi

Jumat, 19 Januari 2018 - 23:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Lonjakan harga beras yang terus meroket dan rencana pemerintah akan impor beras 500 ribu ton, membuat dongkol Diah Irwani Indriyati selaku Anggota Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Cirebon.

Saat ditemui di bilangan Kecamatan Lemahabang, Diah mengungkapkan kekesalannya pada pemerintah yang tidak mampu menahan laju harga dari kebutuhan pokok yaitu beras. Padahal, Kabupaten Cirebon merupakan lumbung padi dan melimpah ruahnya gabah petani.

Baca Juga :  MUI Dukung Program Pj Bupati Bekasi Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

“Kami sangat prihatin dengan kondisi sekarang, di mana lonjakan harga beras tinggi. Padahal Kabupaten kita merupakan salah satu lumbung padi,” jelasnya yang juga seorang tokoh masyarakat dari Cirebon Timur, Jumat (19/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih menurut Diah, dirinya sangat perihatin dengan rencana pemerintah yang akan mengimpor beras. Padahal kenyataannya, sekarang harga gabah kering milik petani hanya dihargai 5 ribuan saja. Namun, harga beras medium tembus harga 13 ribu hingga 15 ribuan.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Harga, KPwBI Cirebon Gelar Pasar Murah

“Sangat aneh mana kala harga gabah kering petani dijual murah, namun harga beras medium layak konsumsi tidak terjangkau untuk dibeli oleh masyarakat garis bawah,” tuturnya.

Baca Juga :  Aneh, RAB Bestek Ditolak Cipta Karya Kabupaten Cirebon

Diah melanjutkan, jika ada permainan tengkulak atau oknum yang menimbun beras, maka hal tersebut sangat melukai masyarakat garis bawah yang tercekik oleh mahalnya beras yang layak konsumsi.

“Hasil kajian kami bahwa Kabupaten Cirebon itu aman dalam stok gabah. Namun harga tidak bisa terkontrol oleh pemerintah. Padahal HET untuk beras medium hanya di angka 9 ribuan,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda dan BPN Kabupaten Bekasi Sepakati Integrasi Data NIB-NOP, ZNT Jadi Acuan BPHTB
Sekda Kota Bekasi Soroti ASN Makin Kendor Olahraga: Jangan Seperti Ilmu Pahat
Media Sosialnya Ciamik, Kelurahan Bahagia Raih Juara 1 Digikomfest 2026
Wali Kota Bekasi Buka Aduan Pungli, Laporan Terbukti Diganti Dua Kali Lipat
Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia
Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:52 WIB

Bapenda dan BPN Kabupaten Bekasi Sepakati Integrasi Data NIB-NOP, ZNT Jadi Acuan BPHTB

Rabu, 16 September 2026 - 17:02 WIB

Sekda Kota Bekasi Soroti ASN Makin Kendor Olahraga: Jangan Seperti Ilmu Pahat

Rabu, 16 September 2026 - 16:10 WIB

Media Sosialnya Ciamik, Kelurahan Bahagia Raih Juara 1 Digikomfest 2026

Rabu, 16 September 2026 - 08:30 WIB

Wali Kota Bekasi Buka Aduan Pungli, Laporan Terbukti Diganti Dua Kali Lipat

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Berita Terbaru