Aneh, RAB Bestek Ditolak Cipta Karya Kabupaten Cirebon

  • Whatsapp

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Sekretaris Desa Sarajaya dan Desa Sigong Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon dibuat geleng-geleng Kepala, setelah pengajuan RAB Bestek program Dana Bantuan Gubernur Jawa Barat ditolak oleh Kepala Bidang Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Cirebon pada hari Senin (26/3) kemarin.

Penolakan tersebut dengan alasan harus dibuat oleh Pihak Cipta Karya dengan biaya Rp 1 juta per desa, agar bisa lolos dari verifikasi oleh dinas terkait.

Bacaan Lainnya

Menurut Sekretaris Desa Sarajaya berinisial S menjelaskan, kedatangan rombongan Sekdes Dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Lemahabang dan Kecamatan Karangwareng ke Dinas Cipta Karya untuk meminta verifikasi proposal pengajuan RAB Bestek Dana Bantuan Gubernur 2018, ternyata ditolak.

“Pihak Kabid Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Cirebon menolak RAB Bestek. Ketika pengajuan ditolak dan alot solusi, yang bisa lolos atau di-ACC harus pihak dari Dinas Cipta Karya dengan biaya Rp 1 juta per desa,” jelasnya saat ditemui awak media di kantornya, Selasa (27/3).

Padahal, lanjutnya, dari dua Kecamatan Lemahabang dan Karangwareng sebetulnya sudah memberikan uang Rp 100 ribu per Desa untuk meminta verifikasi dari Cipta Karya. Namun tetap saja ditolak.

Sedangkan menurut salah satu petugas PDTI yang namanya enggan disebutkan mengatakan, penolakan tersebut dikarenakan rumit dan terlalu tingginya standar perencanaan yang diminta oleh Dinas Cipta Karya Kabupaten Cirebon.

“Kemampuan perangkat desa kan terbatas untuk masalah teknik. Kalau pun perencanaannya harus beli, berarti kan mau tidak mau dana Bantuan Provinsi terpakai yang notabenenya dana harus terserap tepat sasaran pada masyarakat,” jelasnya saat dihubungi via WhatsApp.

Kemarin pun, lanjutnya, para perangkat desa yang mengajukan ke Dinas Cipta Karya Kabupaten Cirebon seolah digiring agar yang membuat perencanaannya oleh orang dinas tersebut. Menurut desas-desus, memang sudah ada desa lain yang minta dibuatkan perencanaannya dan di-ACC, tapi untuk tarif pembuatan gambar rencana tersebut 1 juta.

“Kurang lebih begitu fakta yang saya tahu. lebih jelasnya nanti saya bisa fasilitasi untuk wawancara ke para perangkat desa yang sudah berkali-kali asistensi ke dinas, tapi masih belum di-ACC dan berbelit-belit,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *