4 Toko Modern di Kecamatan Lemahabang Belum Kantongi Izin

  • Whatsapp

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Kemajuan zaman dan berkembangnya wilayah di Cirebon Timur, masih diciderai oleh ulah oknum pengurus dan pengusaha toko modern. Mereka memanfaatkan situasi dan kondisi perekonomian masyarakat di sekitar kawasan Pasar Tradisional Lemahabang dan Pasar Tradisional Cipejeuh Wetan hanya untuk meraup untung.

Menurut Camat Lemahabang, Edi Prayitno, S.IP atau biasa disapa Prey, dirinya membenarkan keberadaan beberapa toko modern di wilayahnya yang belum mengantongi rekomendasi izin dari pihak Pemerintah Kecamatan. Hal tersebut karena mereka tidak memenuhi syarat berdirinya usaha toko modern, yaitu jarak dari pasar tradisional harus 1 kilometer jauhnya.

Bacaan Lainnya

Namun, karena sudah berdiri dan beroperasi, maka kemungkinan ada pihak yang memaksakan. Maka sebagai camat, dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menutup toko modern, seperti Indomart yang berada di depan Pasar Lemahabang dan di samping pomp bensin, serta Alfamart yang berada di dekat pertigaan Sindanglaut dan di samping Polsek Lemahabang.

“Sudah berdiri ya, susah ditutupnya. Yang jelas mereka tidak memenuhi syarat perizinan terlalu dekat dengan pasar tradisional,” jelasnya saat ditemui awak media di kantornya, Senin (26/3).

Masih menurut Prey, seharusnya para pengurus dan pengusaha toko modern memperhatikan Peraturan Daerah, di mana keberadaan pasar tradisional juga harus diperhitungkan, agar kemajuan dan kesejahteraan masyarakat yang dekat wilayah pasar dalam zona satu kilometer tidak berdampak negatif pada persaingan usaha.

“Seharusnya meraka mengikuti aturan yang berlaku di Kabupaten Cirebon,” terangnya.

Sedangkan menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Lemahabang, Dodo, S.IP menjelaskan, bahwa keberadaan toko modern yang tidak berizin dan pernah disegel oleh pihak Satpol PP Kabupaten Cirebon bukan lagi menjadi kewenangan pihak Satpol PP Kecamatan. Namun ranahnya ada pada pihak Satpol PP Kabupaten.

“Sudah disegel dahulu, namun siapa yang buka juga tidak tahu,” tuturnya.

Ditambahkan Dodo, dirinya juga sempat melaporkan usaha ilegal yang dilakukan oleh toko modern dan hanya menyampaikan melalui surat ke pada Satpol PP Kabupaten. Adapun pencopotan segel oleh pihak lain, dirinya mengaku tidak tahu-menahu. Karena pada saat penyegelan, dirinya masih bertugas di Kecamatan Astanajapura.

Adapun toko modern yang berdiri pada saat Peraturan Daerah sudah terlebih dahulu, maka setiap 5 tahun harus memperpanjang izin. Namun, sampai hari tidak ada satu pun dari toko modern yang mengajukan perpanjangan izin.

“Seharusnya setelah lima tahun memperpanjang izin,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *