RakyatJabarNews.com, Cirebon – Pesatnya pembangunan dan melimpahnya anggaran yang diterima Daerah Kabupaten Cirebon, serta mengalir derasnya Dana Desa dari pusat, ironisnya ternyata masih ada satu keluarga yang masih belum tersentuh penerangan pada saat malam hari.
Uha (47) bersama istri dan kedua anaknya, warga Blok C RW 03 Desa Belawa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon ini masih harus melalui malam tanpa lampu penerangan.
Saat ditemui bada Magrib hari Rabu (27/12), keluarga ini masih berada di luar rumah. Uha mengatakan tidak bisa menerima tamu di dalam rumah karena tidak ada penerangan listrik maupun lampu minyak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Maaf, bukannya tidak sopan menerima tamu di luar, namun kami tidak memiliki penerangan listrik atau lampu minyak,” ucapnya saat dikunjungi awak media.
Ditambahkan Uha, dirinya sudah bertahun-tahun sejak mulai menetapi rumah yang dibangun di atas tanah warisan istrinya ini, tidak mampu memasang listrik. Keadaan ini harus diterima oleh istri dan anak anaknya karena tidak mampu untuk membayar pemasangan listrik dari PLN.

“Sejak pindah dari desa tetangga dan membangun rumah ini, kami sekeluarga harus menerima keadaan jika malam tiba, hidup dalam gelapnya malam. Ini kami terima karena kami tidak mampu bayar pemasangan listrik PLN,” keluhnya.
Masih menurut Uha, luputnya perhatian baik dari desa maupun dari pemerintah kabupaten sudah merupakan nasib keluarganya. Dirinya tidak bisa berbuat banyak karena hanya buruh serabutan.
“Kami menerima keadaan ini. Kami tidak bisa berbuat banyak. Saya kerja serabutan jika ada yang menyuruh ya kami bersyukur bisa memberikan makan untuk Keluarga. Kami selalu bersyukur diberikan kesehatan,” tuturnya.
Sedangkan menurut istrinya, Aminah, sebetulnya pemerintah tidak buta karena keluarganya mendapatkan Kartu JKN/KIS. “Alhamdulillah sebenarnya pemerintah sudah ada perhatian dengan masuknya kami dalam program JKN/KIS, karena kami memang Keluarga tidak mampu. Tapi kami tidak sanggup membayar listrik,” pungkasnya.(Ymd/RJN)









