Demiz: Kemiskinan Adalah Masalah Kita

- Redaksi

Rabu, 27 September 2017 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Dalam salah satu agenda kunjungan kerjanya di Wilayah III Cirebon, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menghadiri Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan se-BKPP wilayah III Provinsi Jawa Barat dengan tema penguatan kelembagaan tim koordinasi penangulangan kemiskinan (TKPK) dan integrasi program untuk akselerasi pengurangan kemiskinan di Gedung BKPP Kota Cirebon di Jl. Siliwangi Kota Cirebon hari Rabu (27/9).

Dalam sambutannya, Demiz, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Barat, masih terdapat sekitar 8,77 % penduduk yabg berada di bawah garis kemiskinan di tahun 2017 ini. Meskipun begitu, angka tersebut masih di bawah rata-rata nasional.

Baca Juga :  Demiz Mengapresiasi Kota Cirebon yang Bisa Meredam Perseteruan Angkutan Konvensional dan Online

Dari angka tersebut, menurut Demiz menurun sekitar 0,06% dari tahun lalu. “Angka segini masih belum signifikan. Saya ingin ada percepatan 1% per tahun,” tuturnya.

Masih berdasarkan data tadi, terdapat sekitar 4.168.000 jiwa masyarakat yang miskin di Jawa Barat. Bahkan ada beberapa desa yang belum tersentuh program sosial.

“Program tahun ini ada training seluruh kota dan kabupaten agar dapat mengelola data dan aktif dengan baik. Sehingga dapat data yang real time. Karena untuk, kita butuh komitmen. Jadi nanti akan terlihat daerah mana saja yang merah yang banyak penduduk miskinnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Komitmen Turunkan Angka Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Demiz berharap penyebarannya merata. Sehingga bisa menekan angka kemiskinan. Jika ada data, maka pemerintah bisa segera bertindak. Jadi, ada kejelasan apa tindakan pemerintah. Jika tidak ada data secara real time, pemerintah akan bingung.

“Yang dibantu belum tentu keluar dari kemiskinan, apalagi yang tidak tersentuh sama sekali,” tuturnya.

Demiz menjelaskan bagaimana caranya memberdayakan modal sosial yang ada, yaitu rasa gotong royongnya, ketaatan terhadap agamanya, serta bantuan kepada lansia miskin. Khusus untuk para lansia, harus beri bantuan langsung.

Baca Juga :  Musrenbang Bojongmangu Ajukan 284 Usulan Pembangunan

Berdasarkan data tersebut, Kuningan menempati jumlah terbanyak untuk lansia miskin. Sedangkan yang kedua adalah Majalengka.

“Kemiskinan adalah masalah kita. Negeri ini, pemerintahan ini dibuat untuk mengurus begini. Karena itu dibuatlah aparat, regulasi, da lain-lain. Jadi, bukan hanya untuk menggaji pegawai saja, tapi untuk membantu masyarakat miskin, sesuai undang-undang yang menyatakan bahwa dari semua kekayaan alam, laut, dan seisinya di negara, semuanya untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga
Tri Adhianto Minta OPD Perkuat Pengawasan, Pemkot Bekasi Benahi Sistem Cegah Korupsi
Tri Adhianto Teken Komitmen Antikorupsi Bersama KPK dan ATR/BPN, Perkuat Tata Kelola Pertanahan
Pemkot Bekasi Siagakan 11 Water Trucking
Kebocoran Air Tembus 60 Persen hingga Dewas Dinilai Tak Kompak
Tri Adhianto Minta ASN Tingkatkan Kinerja, Pelayanan Publik Kota Bekasi Masuk 4 Besar Jabar
Pemkab Bekasi Siapkan Pesta Rakyat HUT RI 2026, Puncaknya Digelar 21 Agustus
DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Dewan Pengawas Tirta Bhagasasi Bahas Kisruh Internal

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Tri Adhianto Minta OPD Perkuat Pengawasan, Pemkot Bekasi Benahi Sistem Cegah Korupsi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Tri Adhianto Teken Komitmen Antikorupsi Bersama KPK dan ATR/BPN, Perkuat Tata Kelola Pertanahan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Pemkot Bekasi Siagakan 11 Water Trucking

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Kebocoran Air Tembus 60 Persen hingga Dewas Dinilai Tak Kompak

Berita Terbaru

Diskusi “Bedah Roadmap Implementasi B50: Regulasi hingga Dampaknya terhadap Industri Otomotif Indonesia” menghadirkan Cahyo Setyo Wibowo dari Kementerian ESDM, Ronny Senjaya, dan Aji Jaya dalam rangkaian GIIAS 2026, Tangerang, Jumat (7/8/2026).

Otomotif

B50 Diuji 40.000 Km, Apa yang Terjadi pada Kendaraan Diesel?

Jumat, 7 Agu 2026 - 13:39 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe memberikan apresiasi kepada atlet Peparpeda saat membuka ajang olahraga pelajar disabilitas di Kota Bekasi.

Olahraga

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Kamis, 6 Agu 2026 - 14:00 WIB