KABUPATEN BEKASI – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 tak hanya diisi seremoni. Pemerintah Kabupaten Bekasi menghadirkan kado sosial bagi masyarakat melalui sunatan massal gratis yang diikuti 76 anak.
Kegiatan tersebut digelar di Poliklinik Pemda Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/8/2026), dengan peserta yang berasal dari berbagai kecamatan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu menjadi prioritas dalam kegiatan bakti sosial tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah, mengatakan sunatan massal menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan.
“Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76, kami dari Dinas Sosial melaksanakan bakti sosial berupa sunatan massal sebanyak 76 anak yang berasal dari seluruh Kabupaten Bekasi. Kami mengutamakan masyarakat yang kurang mampu,” ujar Alamsyah.
Menariknya, angka 76 peserta bukan dipilih secara kebetulan. Jumlah tersebut sengaja disesuaikan dengan usia Kabupaten Bekasi yang genap 76 tahun.
Menurut Alamsyah, antusiasme masyarakat sebenarnya melebihi kuota yang disediakan. Namun, Pemkab Bekasi mempertahankan angka 76 sebagai simbol peringatan hari jadi.
“Antusiasmenya sebenarnya lebih banyak, tetapi karena kami ingin jumlahnya sesuai dengan usia Hari Jadi Kabupaten Bekasi, maka ditetapkan 76 peserta,” jelasnya.
Tak Sekadar Sunat, Anak Dapat Bantuan
Para peserta tidak hanya mendapatkan pelayanan sunat secara gratis. Pemkab Bekasi juga memberikan sejumlah bantuan sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak dan keluarga penerima manfaat.
Bantuan tersebut meliputi uang, pakaian, perlengkapan salat hingga alat tulis.
“Di samping sunatan, kami juga memberikan bantuan berupa uang, pakaian, alat salat dan alat-alat tulis. Ini merupakan hadiah bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya anak-anak kita,” kata Alamsyah.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan sejumlah pihak. Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi melalui Poliklinik Pemda menyediakan tenaga kesehatan, sementara Palang Merah Indonesia (PMI) dan Baznas turut memberikan dukungan.
Peserta Dijaring Sejak Sebulan Sebelumnya
Dinas Sosial Kabupaten Bekasi telah melakukan penjaringan peserta sekitar satu bulan sebelum kegiatan berlangsung.
Prosesnya dimulai dengan menyurati pihak kecamatan. Selanjutnya, pekerja sosial masyarakat membantu melakukan penjangkauan dan pendataan terhadap anak-anak yang membutuhkan serta berminat mengikuti sunatan massal.
Tingginya antusiasme masyarakat menjadi sinyal bahwa program pelayanan sosial semacam ini masih sangat dibutuhkan.
Karena itu, Alamsyah berharap kegiatan sosial serupa tidak berhenti hanya sebagai agenda tahunan saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, aspirasi masyarakat agar sunatan massal kembali digelar di luar momentum hari jadi akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.
“Itu menjadi masukan buat kami dan Pemda. Mudah-mudahan pada event berikutnya bisa ada kegiatan-kegiatan sosial yang tidak hanya dilaksanakan saat hari ulang tahun,” ujarnya.
Ia menegaskan, program sosial dengan cakupan lebih luas membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
“Ini tidak bisa kita lakukan sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi,” pungkasnya.
(*)










