Kota Bekasi – Mobilitas warga di Kota Bekasi terus meningkat seiring posisinya sebagai daerah penyangga ibu kota. Setiap hari, ratusan ribu masyarakat melakukan perjalanan menuju Jakarta maupun beraktivitas di dalam kota. Kondisi ini membuat kebutuhan akan sistem transportasi yang modern, terintegrasi, dan efisien menjadi semakin mendesak.
Lonjakan jumlah kendaraan pribadi juga menjadi tantangan tersendiri. Pertumbuhan kendaraan yang tidak diimbangi dengan sistem transportasi massal yang memadai menyebabkan kepadatan lalu lintas kerap terjadi di sejumlah ruas jalan utama, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Jika tidak segera dibenahi melalui sistem transportasi yang lebih terintegrasi, kemacetan dikhawatirkan akan semakin parah dan berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai langkah awal modernisasi transportasi publik, Pemerintah Kota Bekasi menghadirkan layanan transportasi massal Trans Bekasi Keren (Beken). Moda transportasi ini diharapkan mampu menjadi alternatif bagi masyarakat untuk beralih dari penggunaan kendaraan pribadi menuju transportasi umum yang lebih nyaman dan efisien.
Namun demikian, modernisasi transportasi juga diingatkan agar tidak mengabaikan keberadaan angkutan konvensional yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas warga.
Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal, menegaskan bahwa keberadaan angkutan kota atau angkot tetap harus diperhatikan dalam proses transformasi transportasi tersebut.
Menurutnya, ribuan pengemudi angkot selama ini menggantungkan mata pencaharian dari sektor transportasi tersebut. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan kebijakan yang mampu merangkul seluruh pelaku transportasi.
“Angkutan yang sudah ada tetap harus dirangkul. Jangan sampai modernisasi justru mematikan mata pencaharian para pengemudi angkot,” ujar Faisal.
Ia menilai salah satu solusi yang dapat ditempuh adalah melalui program peremajaan armada angkutan kota atau membangun kerja sama dengan pihak swasta agar angkutan konvensional tetap dapat beroperasi dalam sistem transportasi yang lebih modern.
Dengan cara tersebut, angkutan yang telah lama beroperasi tetap menjadi bagian dari ekosistem transportasi perkotaan yang terintegrasi.
Faisal berharap Pemerintah Kota Bekasi memiliki komitmen kuat dalam menghadirkan transportasi massal yang mudah diakses, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.
Dengan sistem transportasi yang lebih modern dan berkelanjutan, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih efisien sekaligus mampu mengurangi kemacetan di berbagai titik jalan utama di Kota Bekasi. (ADV)









