BEKASI – Kabupaten Bekasi kembali mencatat sejarah besar! Untuk pertama kalinya di Indonesia, pembangunan Graha Muhammadiyah–Nahdlatul Ulama (NU) resmi dimulai melalui peletakan batu pertama di Lambangsari, Tambun Selatan, Minggu (24/8/2025).
Graha ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol persatuan dua organisasi Islam terbesar di Tanah Air dalam bidang pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial.
🔗 Simbol Persatuan Umat
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kekuatan bangsa ada pada persatuan.
“Persatuan bukan berarti seragam, tetapi ruang untuk toleransi, saling memahami, dan menghormati perbedaan. Dengan Graha Muhammadiyah–NU ini, kita berharap keharmonisan terus terjaga,” ungkap Abdul Mu’ti.
Ia menekankan, Graha Muhammadiyah–NU bukan hanya fisik semata, melainkan ikon persaudaraan untuk melahirkan masyarakat yang maju, berdaya, dan berakhlak mulia.
🤝 NU & Muhammadiyah, Pilar Bangsa
Senada, Wakil Ketua PBNU KH. Zulfa Mustofa menilai pembangunan Graha ini sebagai bukti nyata sinergi NU dan Muhammadiyah.
“Indonesia akan maju jika NU dan Muhammadiyah bersatu. Apa pun yang berpotensi merenggangkan hubungan harus segera diklarifikasi,” tegasnya.
Selama ini, NU dan Muhammadiyah di Bekasi telah sering bergandengan tangan dalam program sosial, mulai dari sunatan massal, santunan yatim, pasar murah sembako, hingga Jumat Berkah berbagi sarapan gratis.
🕌 Harapan untuk Indonesia
Graha Muhammadiyah–NU di Bekasi diharapkan bisa segera terwujud dan menjadi pusat pendidikan, dakwah, kajian, dan layanan sosial, sekaligus menjadi teladan persatuan umat bagi daerah lain di Indonesia.
Langkah monumental ini diyakini akan memperkuat harmoni bangsa dan menjadi contoh bagaimana perbedaan bisa melahirkan kekuatan besar untuk Indonesia Maju.(*)










