Tim Arkeolog Menemukan Benda Cagar Budaya Baru

- Redaksi

Kamis, 10 Agustus 2017 - 18:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Pangandaran – Tim Arkeologi Bidang Kebudayaan Disparbud Kabupaten Pangandaran menemukan benda cagar budaya baru di sekitar Situs Percandian Batukalde, Cagaralam, Desa Pananjung, Pangandaran.

Menurut Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kabupaten Pangandaran, Aceng Hasim, benda bersejarah tersebut diduga kuat sebuah dolmen berbentuk persegi ditemukan dua hari lalu, Selasa (9/8/2017).

“Penemunya yaitu Tim Arkeologi Bidang Kebudayaan Disparbud Kabupaten Pangandaran terdiri dari Tia Rizkisari, dan Asep Jatnika, dibantu para personal dari Juru Pelihara BPCB Jabar-Banten terdiri dari Aris Muhammad, dan Asep Nurdin,” katanya, Kamis (10/8/2017).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Aceng, lokasi dolmen berjarak 1.200 meter dan berada di arah selatan dari Kompleks Percandian, berada pada ketinggan 400 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Baca Juga :  Menjadi Wakil Indonesia, SPI Jadi Pembicara di Acara UNESCO APEID

Ciri fisik dolmen yang baru ditemukan tersebut, terbuat dari batuan andesit (biasanya digunakan membuat bangunan candi). Ukurannya, panjang/lebar 60 cm, tinggi 16 cm.

Dijelaskan Aceng, kegunaan dolmen menurut kepercayaan masyarakat masa lalu diyakini sebagai pelinggih roh atau tempat sesaji pada saat upacara. Biasanya diletakkan di tempat-tempat yang dianggap keramat.

“Dolmen dalam tradisi Hindu/Budha digunakan sebagai tempat pelaksanaan upacara yang ada hubungannya dengan pemujaan kepada roh leluhur. Selain itu, dolmen pada masa lalu biasanya dipakai tempat meletakkan saji-sajian untuk pemujaan,” kata Aceng.

Baca Juga :  Ribuan Warga Saksikan Prosesi Sakral Mandikan Pusaka Peninggalan Kerajaan Talaga Manggung

Aceng menambahkan, di bawah dolmen juga biasanya dipakai untuk meletakkan mayat. Tujuannya, agar mayat tersebut tidak dapat dimakan oleh binatang buas, maka kaki mejanya diperbanyak sampai mayat tertutup rapat oleh batu.

“Hal ini menunjukan jika masyarakat pada masa Hindu/Budha meyakini akan adanya sebuah hubungan antara yang sudah meninggal dengan yang masih hidup. Mereka percaya bahwa apabila terjadi hubungan yang baik akan menghasilkan keharmonisan dan keselarasan bagi kedua belah pihak,” tuturnya.

Dengan ditemukannya dolmen di sekitar situs percandian Batukalde, Cagaralam, Desa Pananjung menambah kekayaan benda cagar budaya di Kab. Pangandaran.

Baca Juga :  Sejarah Desa Sindang Laut Cirebon

Terkait cagar budaya di Kab. Pangandaran terdapat tinggalan mulai dari masa pra sejarah sampai masa islam.

Tinggalan cagar budaya di Pangandaran itu sangat kumplit, mulai dari pra sejarah, masa klasik, masa penjajahan sampai masa islam.

Dijelaskan Aceng, peninggalan pra sejarah seperti terdapat di Goa Sutrareregan (Desa Selasari Kecamatan Parigi), masa klasik seperti Kompleks Percandian Batu Kalde (Cagaralam, Desa Pananjung), masa penjajahan (bangunan berarsitektut kolonial di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang), dan peninggalan masa Islam seperti makam Dalem Sembah Agung (Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang),” pungkasnya. (Dee/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
Bukan Sekadar Lomba Cerpen, 15 Pelajar Bekasi Berebut Juara dan Karya Mereka Bakal Dibukukan
Harris Bobihoe Sidak SDN 05 Rusak Puting Beliung
Siswa Cuma 46 Orang, Sekolah Ini Tetap Dapat Bantuan CSR PT LX Pantos
1.300 Pramuka Garuda Dikukuhkan, 74 Kontingen Kota Bekasi Siap Guncang Jambore Nasional
Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga
Membanggakan! Dosen IAI Nusantara Bekasi Lolos Program Bergengsi Lemhannas RI, Siap Cetak Generasi Berkarakter

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Bukan Sekadar Lomba Cerpen, 15 Pelajar Bekasi Berebut Juara dan Karya Mereka Bakal Dibukukan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Harris Bobihoe Sidak SDN 05 Rusak Puting Beliung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Siswa Cuma 46 Orang, Sekolah Ini Tetap Dapat Bantuan CSR PT LX Pantos

Berita Terbaru

Pengunjung melihat produk dan teknologi industri yang dipamerkan dalam GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Pameran ini diikuti lebih dari 260 eksibitor dari 19 negara dan menampilkan berbagai solusi teknologi untuk industri logam dan manufaktur.

Jakarta

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:23 WIB