Menjadi Wakil Indonesia, SPI Jadi Pembicara di Acara UNESCO APEID

- Redaksi

Rabu, 16 Oktober 2019 - 16:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Malang – Keteladanan dan kepeloporan Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) kembali diapresiasi masyarakat dunia. Kali ini Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) didaulat menjadi pembicara pada gelaran ​8​th UNESCO APEID Conference on Entrepreneurship Education yang tahun ini diselenggarakan pada 9 hingga 11 Oktober lalu di Hangzhou, China​. Bukan tanpa alasan Sekolah SPI menjadi wakil Indonesia dalam ajang berbagi wawasan tentang pendidikan kewirausahaan tersebut, sekolah gratis khusus yatim piatu yang berlokasi di Batu, Malang, tersebut memang telah dikenal mampu mentransformasi siswa-siswi dari kalangan tidak mampu menjadi​entrepreneur handal dengan kurikulumnya yang unik dan inovatif.

Ditemui di Sekolah SPI Batu Malang (12/9), ​Julianto Eka Putra, inisiator sekaligus pendiri Sekolah SPI menyatakan bahwa jalan menuju pengakuan UNESCO ini telah dirintis sejak beberapa tahun lalu dan kini berbuah hal yang menyenangkan bagi Sekolah SPI. “Ini merupakan tindak lanjut diundangnya SPI pada Mei 2017 lalu ke Kuala Lumpur dalam acara TVET​3 ​ rd High Officials Meeting on SouthEast Asia Technical And Vocational Education and Training ​ . Sejak itu, kami menjalin komunikasi intensif dengan UNESCO di Bangkok. Jadi mereka mengundang kami untuk memaparkan best practice yang kami lakukan dalam membangun ​entrepreneur education di Indonesia. Tentunya ini kesempatan yang sangat baik buat kita bisa belajar dan bertukar pikiran bagaimana kami bisa tumbuh menjadi lebih baik lagi,” jelas Julianto.

Baca Juga :  Pemkab Majalengka Dorong Kaulinan Baheula Kembali Eksis di Era Milenial

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konferensi pendidikan kewirausahaan ini merupakan agenda tahunan organisasi pendidikan, keilmuan dan kebudayaan PBB yang diberi nama Asian Programme of Educational Innovation for Development (APEID) berada di bawah naungan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Permasalahan yang diangkat konferensi ini khusus membahas bagaimana pendidikan kewirausahaan dapat membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan bakat yang sesuai dalam persiapan untuk menghadapi tantangan dunia di masa depan.

Di tahun kedelapan penyelenggaraannya, acara yang diikuti 80 peserta yang datang dari seluruh dunia ini mengangkat tema “​Entrepreneurship Education for the 4 ​ th Industrial Revolution”. ​ Beberapa hal yang menjadi poin pokok acara tersebut yakni: identifikasi dampak potensial dari Revolusi Industri ke-4 terhadap pendidikan, diskusi mengenai respons pendidikan kewirausahaan untuk memenuhi tuntutan Revolusi Industri ke-4, berbagi wawasan mengenai praktik-praktik pendidikan kewirausahaan yang tepat dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi Revolusi Industri ke-4, serta untuk menjalin kemitraan dan kolaborasi di antara anggota EE-Net dalam memenuhi tantangan tersebut. Delegasi Sekolah SPI di ajang ini diwakili oleh Dr. Tech. Sendy Fransiscus Tantono, ST., MT., M. Eng. (Ketua Yayasan SPI), Risna Amalia Ulfa, S.Si., M.M. (Kepala Sekolah SPI) dan dua orang siswa SMA, Kholifatul Mubasyiroh dan Ridwan Dinar Maleo.

Baca Juga :  DJP Resmi Gunakan NIK Sebagai NPWP

“Merupakan suatu kehormatan bagi SPI bisa berpartisipasi dalam forum internasional semacam ini. Semoga apa yang kami sampaikan di acara UNESCO ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat dunia, begitu pula bagi kami. Harapannya tentu ada yang bisa dibawa pulang untuk diterapkan di SPI, terutama karena kami juga baru meresmikan sekolah tinggi bisnis di SPI,” ungkap ​Risna Amalia Ulfa, Kepala Sekolah SPI melalui sambungan telepon. (12/10). Sekolah SPI merupakan sekolah berasrama (​Boarding School ​ ) khusus kaum dhuafa yang merekrut siswanya dari seluruh Indonesia, dengan latar yang beraneka ragam, baik agama, maupun sukunya. Hal ini menjadikan Sekolah SPI unik, kompleks dan berbasis Bhineka Tunggal Ika. Seluruh biaya hidup dan pendidikan di Sekolah SPI ditanggung Yayasan dan dilaksanakan oleh sekolah.

Sekolah SPI merupakan satu-satunya SMA & Sekolah Tinggi yang menerapkan kurikulum ​entrepreneurship lengkap dengan laboratorium ​life-skill yang diberi nama Transformer Center, berlokasi di kota Batu, Jawa Timur. Transformer Center terdiri dari puluhan unit usaha sebagai sarana belajar langsung bagi siswa-siswi untuk menerapkan teori-teori yang didapatkan di kelas. Sehingga peserta didik dapat mengalami dengan nyata dan membangun kebiasaan (​habit ​ ) dan keahlian (​skill ​ ) dalam mengelola berbagai jenis usaha. Divisi-divisi usaha tersebut antara lain; agen wisata, peternakan, perkebunan, penyiaran, manajemen pertunjukan, pernak-pernik, kuliner, hotel, merchandising, hingga ​event organizer.

Baca Juga :  Gandeng All Bikers, Polsek Lemahabang Santuni Anak Yatim

Salah satu divisi usaha terbarunya, ​Butterfly Pictures tengah menggarap film pertama mereka dengan berkolaborasi dengan aktor watak​Verdi Solaiman sebagai Produser, berjudul Anak Garuda ​ . Film ini menceritakan kisah nyata siswa-siswi Sekolah SPI yang berasal dari kalangan tidak mampu, dalam perjuangan mereka mewujudkan impian ke Eropa. Film yang direncanakan tayang pada Januari 2020 ini menggaet grup band COKELAT menyanyikan​ Original Soundtrack berjudul sama,​“​Anak Garuda ​ ” diluncurkan bulan lalu dan sudah dapat didengarkan di berbagai layanan ​streaming ​ musik digital seperti Spotify, Joox dan Apple Music.

“Pengakuan lembaga internasional seperti ini semakin menguatkan keyakinan kami, bahwa misi kami bersama untuk memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan bukanlah impian hampa. Ini adalah harapan yang harus kita pupuk bersama sehingga semakin banyak anak Indonesia yang terselamatkan dari putus sekolah karena kemiskinan,” pungkas Julianto Eka Putra.

 

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AXIS Ajak Anak Muda Mabar di Roblox Lewat AXISLAND
Siswa Cuma 46 Orang, Sekolah Ini Tetap Dapat Bantuan CSR PT LX Pantos
Pasca Gempa NTT, XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan, Tinggal 5 BTS Terdampak
1.300 Pramuka Garuda Dikukuhkan, 74 Kontingen Kota Bekasi Siap Guncang Jambore Nasional
SMARTFREN Luncurkan Unlimited 5G di Semarang, Internet Tanpa Batas Kecepatan dan Kuota
Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga
Adira Expo Bandung 2026 Hadirkan Promo Kredit Mobil dan Motor Spesial HUT RI, Ini Daftar Keuntungannya
Pecah Rekor! XL Borong 4 Penghargaan Ookla, Resmi Jadi Jaringan Terbaik Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Siswa Cuma 46 Orang, Sekolah Ini Tetap Dapat Bantuan CSR PT LX Pantos

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Pasca Gempa NTT, XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan, Tinggal 5 BTS Terdampak

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:31 WIB

1.300 Pramuka Garuda Dikukuhkan, 74 Kontingen Kota Bekasi Siap Guncang Jambore Nasional

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:43 WIB

SMARTFREN Luncurkan Unlimited 5G di Semarang, Internet Tanpa Batas Kecepatan dan Kuota

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami