Komisi IV Mendesak Dinas Kesehatan Kota Bekasi Terus Meningkatkan Pengawasan Obat di Puskesmas

- Redaksi

Rabu, 19 Maret 2025 - 18:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Ahmadi Madong Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi.

i

Ahmadi Madong Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi.

Bekasi –  Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi, mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian obat-obatan di Puskesmas.
Permintaan ini disampaikan menyusul temuan obat kedaluwarsa di Puskesmas Rawatembaga, yang dinilai sebagai bentuk ketidakselarasan antara kebijakan pusat dan implementasi di lapangan.

“Monitoring pengendalian obat harus dilakukan secara profesional. Saya melihat pengawasan selama ini kurang maksimal. Misalnya, obat yang diadakan tahun 2022, tapi tahun 2023 sudah dicabut. Namun, di tingkat Puskesmas, instruksi ini tidak berjalan selaras. Ada miss komunikasi sehingga terjadi insiden obat kadaluarsa,” ujar Ahmadi usai rapat dengan Dinkes Kota Bekasi di Gedung DPRD, Rabu (19/03/25).

Baca Juga :  Tak Sekadar Mengawasi, Bawaslu Bekasi Bangun Sinergi Pasca Pemilu

Ahmadi, yang akrab disapa Madong, menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi perhatian serius Dinkes agar tidak terulang di masa depan. “Kalau bicara salah, ya salah. Ini masalah serius karena menyangkut nyawa manusia. Ke depan, monitoring obat-obatan harus benar-benar dianggarkan dalam Rencana Kerja (Renja) untuk mencegah kejadian serupa,” tegasnya.

la juga mengingatkan agar insiden ini tidak merusak kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Kota Bekasi. “Dinkes sebagai mitra Komisi IV harus memastikan pelayanan publik tetap terjaga. Kepercayaan masyarakat harus dipulihkan,” tambah Ahmadi.

Baca Juga :  FOX LITE Hotel Majalaya Hadirkan Iftar Ramadhan 2026 Bertema Taste of Journey

Ahmadi berharap, dengan pengawasan yang lebih ketat dan anggaran yang memadai, Dinkes dapat memastikan ketersediaan obat yang aman dan berkualitas di seluruh Puskesmas. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga kualitas layanan kesehatan sekaligus memulihkan kepercayaan publik.

“Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Ini momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan obat di Puskesmas,” pungkasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rp4,5 Miliar Jadi Sorotan, Kasus Korupsi Tirta Bhagasasi Segera Meja Hijau
Bukan Perkara Pidana, Datun Kejari Kabupaten Bekasi Justru Pulihkan Rp4 Miliar Lebih
Kejari Bekasi Selamatkan Rp40,1 Miliar Uang Negara, 739 Perkara Ditangani
Wayang Ajen Meriahkan Pembukaan PNBK Jilid III di Plaza Patriot Bekasi
DLH Kota Bekasi Susur Kali Bekasi, Tak Temukan Pipa Limbah Industri
Pemkot Bekasi Perketat Pengawasan MBG, 249 SPPG Jadi Perhatian
Semarak HUT Bekasi dan RI, Cibitung Dorong Warga Makin Gemar Berolahraga
Ada Apa? KAMMI Kota Bekasi Temui Kapolres Putu Kholis, Ini yang Dibahas

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Rp4,5 Miliar Jadi Sorotan, Kasus Korupsi Tirta Bhagasasi Segera Meja Hijau

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Bukan Perkara Pidana, Datun Kejari Kabupaten Bekasi Justru Pulihkan Rp4 Miliar Lebih

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Kejari Bekasi Selamatkan Rp40,1 Miliar Uang Negara, 739 Perkara Ditangani

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:16 WIB

DLH Kota Bekasi Susur Kali Bekasi, Tak Temukan Pipa Limbah Industri

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:29 WIB

Pemkot Bekasi Perketat Pengawasan MBG, 249 SPPG Jadi Perhatian

Berita Terbaru

FOX Lite Hotel Cikarang turut mendukung EJIP Fun Run 2026 di kawasan East Jakarta Industrial Park (EJIP), Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 600 pekerja dari 60 perusahaan tenant.

Cikarang

FOX Lite Hotel Cikarang Ramaikan EJIP Fun Run 2026

Minggu, 30 Agu 2026 - 12:32 WIB

Kerjasama Hubungi Kami