Ahli Rias Pengantin Diminta Populerkan Tata Rias Khas Cirebon

- Redaksi

Kamis, 10 Oktober 2019 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Cirebon – Tata rias pengantin khas Cirebon belum begitu populer. Untuk itu, Pemkot Cirebon meminta kepada para ahli rias untuk memasyarakatkan tata rias khas Cirebonan.

Dorongan itu perlu dilakukan karena masyarakat selama ini lebih banyak menggunakan tata rias khas Sunda dan Jawa. Padahal Cirebon memiliki kekhasan sendiri dalam urusan tata rias.

Baca Juga :  Komisi IV Soroti Minimnya Pendidikan di Kota Bekasi

Menurut Pj Sekda Kota Cirebon Anwar Sanusi, tata rias khas Cirebon belum muncul ke permukaan, terutama dalam pesta pernikahan. Sebab masyarakat lebih banyak menggunakan adat Jawa atau Sunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak ada yang bisa mengangkat kesenian di Cirebon selain orang-orang Cirebon sendiri,” katanya, Kamis (10/10/2019).

Baca Juga :  Tindak Korupsi, KPK dan Jasa Marga Gelar Launching WBS

Ia meminta, jangan sampai orang lain lebih tahu budaya khas Cirebon, untuk itu pihaknya meminta kepada ahli tata rias mempromosikan budaya Cirebon baik dalam hal make up maupun busana.

“Mulai sekarang pelan-pelan mulai dikenalkan budaya Cirebon. Jangan sampai orang lain tahu,tapi kita sendiri tidak tahu terhadap kekayaan budaya yang dimiliki Cirebon,” ujarnya.

Baca Juga :  Erupsi Gunung Lewotobi Nusa Tenggara TimurXL Axiata Salurkan Bantuan untuk Warga

Sementara, Ketua DPC Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Cirebon, Tuti Maryati menjelaskan, tata rias pengantin Cirebon sebetulnya sudah masuk dalam pusaka nasional sejak 1984.

“Namun dalam perkembangannya memang belum memasyarakat seperti tata rias pengantin Jawa atau pengantin Sunda,” ungkapnya.

(dri/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Jumat, 24 April 2026 - 14:00 WIB

DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara

Berita Terbaru