Tiga Pekerjaan Rumah yang Harus Dituntaskan Ketua Sementara DPRD Kuningan

- Redaksi

Senin, 2 September 2019 - 17:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Nuzul Rachdy DPRD Kuningan.

i

Nuzul Rachdy DPRD Kuningan.

RJN, Kuningan – Menjelang pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Kuningan periode 2019-2024, ada sejumlah tugas yang harus dituntaskan Ketua DPRD Kuningan sementara Nuzul Rachdy. Salah satunya yakni menetapkan pimpinan dewan definitif, yang rencananya pelantikan pada 9 September depan.

Ketua Fraksi Restorasi PDIP sekaligus Ketua DPRD Kuningan sementara, Nuzul Rachdy mengatakan, berdasarkan rapat DPC PDI Perjuangan, karena pelantikan DPRD itu sesuai undang-undang dipimpin oleh ketua dan wakil ketua dewan sementara.

Ketua dewan sementara dan wakilnya sesuai undang-udang, diambil dari partai pemenang pertama dan partai pemenang kedua. “Kebetulan di PDIP, sesuai rapat DPC PDIP saya yang dipilih. Kalau wakil ketua saya kurang tau, karena itu dari partai pemenang kedua,” ucapnya, Senin (2/9/2019).

Dia menyebutkan, tugas pokok dan fungsi ketua dewan sementara diantaranya menyusun tata tertib dewan. Kemudian membentuk fraksi-fraksi DPRD, dan terakhir menetapkan Pimpinan DPRD definitif.

“Jadi hanya tiga fungsi itu saja selama menjadi ketua dewan sementara. Nantinya ketua dewan sementara ini memimpin dan memfasilitasi dewan periode baru,” terangnya.

Dijelaskan, tata tertib yang disusun sebagai landasan kerja bagi anggota dewan periode mendatang. Kemungkinan untuk fraksi dewan kedepan ada sebanyak delapan fraksi.

“Jadi ada fraksi yang tadinya partai itu bergabung, nanti jadi mandiri seperti PPP. Sementara NasDem sudah menyampaikan permohonan kepada kita, untuk bergabung ke Fraksi PDI Perjuangan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kelurahan Wanasri Terpilih Sebagai Perwakilan Pilot Project Tingkat Nasional

Dia menyebut, bergabungnya NasDem di tubuh fraksi PDIP, maka jumlah anggota fraksinya akan bertambah menjadi 10 orang. Terkait rekomendasi ketua dewan definitif sendiri, hingga kini belum ada kabar pasti kapan akan turun.

“Belum itu mah, kan kita mengusulkan tiga orang Pak Rana, Pak Trenadi, dan Saya. Soal nanti keputusan DPP PDIP, nanti tunggu lah ada waktunya,” kata Zul.

Ditunjuknya Zul sebagai ketua dewan sementara disebut-sebut menjadi sinyal kuat ditetapkan ketua dewan definitif, Ia justru berpikir sebaliknya. “Ya belum tentu, ketua dewan sementara tidak ada kaitannya dengan ketua dewan definitif. Gak ada kaitannya,” tandasnya.

Sebab meurutnya, ketua dewan sementara itu otonom dari DPC PDIP Kuningan. Sedangkan ketua dewan definitif itu hak prerogatif DPP PDIP. “Jadi itu wilayah yang berbeda,” tukasnya.

Baca Juga :  Tri Adhianto bersama Forkopimda giat Tarawih Keliling di Baitul Jihad Kemang Pratama 2

Apakah rekomendasi DPP PDIP terkait ketua dewan definitif akan turun sebelum pelantikan anggota dewan, Zul mengaku, belum tahu. Ia juga tidak bisa memastikan kapan rekomendasi akan turun.

“Ya gak tau itu mah, nunggu saja kita mah. Jadi gak ada kaitannya, bisa sesudahnya (pelantikan, red) bisa sebelumnya, tapi sekalipun sudah ada ketua dewan definitif, tetap dewan mah dipimpin oleh ketua dewan sementara, itu sesuai undang-undang,” tandasnya.

Ia menilai, jika DPP PDIP telah merekomendasi dan menetapkan seorang ketua dewan definitif, namun dalam memimpin kerja kedewanan pertama itu adalah ketua dewan sementara.

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita
Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Berita Terbaru

Teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) dan Super AI Cockpit yang dikembangkan OMODA & JAECOO untuk menghadirkan pengalaman parkir otomatis dan interaksi cerdas antara kendaraan dan pengguna. Kedua teknologi tersebut akan diuji dalam ajang International User Summit di China pada 19–21 Oktober 2026.

Otomotif

OMODA & JAECOO Uji Teknologi Parkir Otomatis dan AI di China

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:43 WIB

Keterangan foto: Ilustrasi tindak pidana korupsi yang berdampak terhadap kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Jakarta

Prof Romli Nilai Korupsi Rugikan Hak Sosial Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:02 WIB

Kondisi bangunan Rumah Sakit Watunggong di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang akan didukung pembangunannya melalui bantuan kemanusiaan Rp2,1 miliar dari masyarakat Kota Bekasi.

Nasional

Warga Bekasi Galang Rp2,1 Miliar, Bangun Rumah Sakit di NTT

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:37 WIB