Waduk Jatigede Belum Bisa Membantu Atasi Masalah Kekeringan di Indramayu

- Redaksi

Rabu, 17 Juli 2019 - 23:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Indramayu – Ketersediaan sumber air dan irigasi pertanian menjadi sorotan Bupati Indramayu, Supendi karena dinilai menjadi faktor penyebab kekeringan di kota mangga. Untuk diketahui berdasarkan data BPBD Jabar, Indramayu jadi wilayah paling parah yang mengalami kekeringan.

Bupati Indramayu Supendi menjelaskan, bahwa areal pertanian di Kabupaten Indramayu sangat luas. Namun dengan ketersediaan sumber air yang ada sekarang, dikatakan Supendi, dinilai kurang. Bahkan menurut Supendi, keberadaan Waduk Jatigede di Sumedan dan Waduk Jatiluhur sejauh ini belum bisa menjadi solusi untuk mengatasi problem kekeringan di Indramayu.

Baca Juga :  Jasa Marga Berlakukan Contraflow dari Jati Asih Menuju Off Ramp Kalimalang/Bintara

“Walaupun ada Jatigede dan Jatiluhur, namun, debitnya (air) terbatas,” ketus Bupati Indramayu Supendi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, sambung Supendi, infrastruktur penunjang pertanian di Indramayu kurang memadai. Infrastruktur irigasi pertanian makin menuju ke arah barat Indramayu semakin kecil. Dijelaskan Supendi, irigasi dari Sungai Cipelang semakin menuju ke Indramayu Barat semakin kecil, otomatis debit airnya pun semakin kecil. Sementara jangkauan areal pertanian sangat luas.

Baca Juga :  Lanjutkan Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Tol Jagorawi, Pengguna Jalan Harap Hati-hati

“Dari Cipelang semakin ke indramayu barat makin sempit, makin kecil, sedangkan jangkauannya luas sekali. Kita lihat dari pangkalan pari sampai ke sini (kandanghaur),” terangnya.

Baca Juga :  Bang Syafei Tunjukan Komitmen Sebagai Wakil Rakyat, Fokus Atasi Banjir di Margajaya

Oleh karena itu, menurut Supendi, selain membuat embung, untuk memenuhi kebutuhan air bagi areal pertanian di wilayah Kandanghaur, Cikedung, Terisi, Losarang, dan Kroya yakni segera diselesaikanya pembangunan waduk Cipanas di Cikawung. “Salah satu alternatif untuk menangani pengairan di areal pertanian Indramayu bagian tengah,” katanya

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita
Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Berita Terbaru