Embung Geyongan Mengering, Tiga Kecamatan Terancam Gagal Tanam

- Redaksi

Jumat, 12 Juli 2019 - 16:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – Di balik keindahan Embung Geyongan di Kecamatan Arjawinangun yang sempat viral di jagat dunia maya, ternyata menyimpan ancaman. Embung kering yang ditumbuhi rumput bak permadani raksasa itu, tidak dapat mendistribusikan air ke tiga kecamatan di sekitarnya.

Tiga kecamatan yang mengalami dampak adalah Arjawinangun, Gempol, dan Ciwaringin. Akibatnya, baik sawah maupun perkebunan di tiga Kecamatan itu terancam gagal tanam.

Salah seorang warga Desa Winong Kecamatan Arjawinangun, Pandi mengatakan, Embung Geyongan merupakan sumber air bagi tiga Kecamatan tersebut. Jika embung itu kering, maka sawah dan kebun di sekitarnya terancam gagal tanam bahkan gagal panen.

“Sejak musim kemarau, sumber airnya kering. Tidak hanya untuk mengairi sawah tapi kebutuhan lainnya juga tidak terpenuhi,” katanya, Jumat (12/7/2019).

Ditengah kebingungan itu, Sutadi dan warga lainnya kini hanya memanfaatkan air dari saluran irigasi Sungai Ciwaringin, itu pun dijatah. “Kami sepakat untuk tata gilir air dari Sungai Ciwaringin. Airnya digilir 15 hari sekali. Jadi harus dimanfaatkan dengan baik,” imbuhnya.

Baca Juga :  DP3A Kabupaten Bekasi Kolaborasikan Progam Pendamping Anak-anak dengaan Dinas Pendidikan

Saat mendapatkan giliran air, ia dan perangkat Desa setempat melakukan pengawalan air dari sungai Rajagaluh hingga sungai Walahar sampai ke saluran sungai masuk ke wilayahnya yang memakan waktu 24 jam.

“Agar air bisa sampai ke wilayah sungai kita, harus dikawal karena saat ini musim kemarau bisa saja ditengah jalan disedot warga lain sehingga saat aliran air datang harus kita kawal, agar masyarakat bisa memanfaatkannya, karena hanya satu hari kemudian kembali gilir desa lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mitsubishi Bekasi Timur Berikan Pelayanan Kepada Konsumen Lewat Program Ini

Sutadi melanjutkan, dalam sebulan kedepan tidak ada air maka dipastikan tanaman padi akan mengalami gagal panen.

“Kalau sampai tidak ada air hujan atau air lagi di embung itu petani akan merugi karena tanaman padi tidak akan tertolong, dipastikan akan mengalami gagal panen, karena saat ini tanaman padi baru berumur 60 hari,” pungkasnya. 

(aan/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita
Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Berita Terbaru

XLSMART bersama REMIND menghadirkan #ByeByeBox di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, sebagai teknologi E-Waste Reverse Vending Machine untuk mendorong pengelolaan sampah elektronik dan ekonomi sirkular.

Bandung

E-Waste Bisa Jadi Kuota Internet? Teknologi Ini Hadir di ITB

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:27 WIB