Nikmatnya Sate Jando, Kuliner Legendaris di Bandung

- Redaksi

Minggu, 28 April 2019 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sate Jando.

i

Sate Jando.

RJN, Bandung – Bila Anda berjalan menyusuri trotoar di Jalan Cimandiri Bandung tepat di belakang Gedung Sate pada Minggu pagi, jangan kaget melihat antrean mengular panjang. Banyak orang rela menunggu lama untuk bisa menikmati lezatnya Sate Jando.

Menurut Sri Rejeki, pemilik Sate Jando, di hari Minggu ada pelanggan yang berbaris sampai satu jam demi bisa menyantap Sate Jando. Hanya dengan mencoba Sate Jando, Anda baru bisa mengerti dan memaklumi mengapa banyak orang bersabar mengantre selama itu.

Baca Juga :  Tri Adhianto bersama Forkopimda giat Tarawih Keliling di Baitul Jihad Kemang Pratama 2

“Saya juga sering kehabisan. Kalau Minggu orang baris bisa sampai 10 meter,” ujar pembeli Sate Jando, Ria, sembari menunggu pesanan.

Alasan Ria kerap membeli Sate Jando tak lain karena rasanya. Dagingnya yang tebal dan berlumur bumbu sebelum dibakar membuatnya begitu menyukai Sate Jando.

“Enak, saya sukanya Sate Jando saja. Kalau Minggu saya rela nunggu meski lama. Ya memang sih kalau Minggu antre panjang karena suka ada yang olahraga di Gasibu beli sate di sini,” ujar pembeli lainnya, Sella, seraya mengatakan dirinya adalah pelanggan setia Sate Jando.

Baca Juga :  Digugat Wajib Pajak, Kanwil DJP Jabar III Menangkan Praperadilan

Sate Jando sudah lama eksis di Bandung. Mulanya, sate yang kini dijual di pinggir jalan ini adalah sate gendong. Pertama kali dijajakan oleh Katemi, ibu dari Sri Rejeki, 25 tahun yang lalu dengan berkeliling di sekitar Bandung.

Ada tiga macam sate yang bisa dipilih di sini, yaitu sate ayam, sapi, dan payudara sapi. Nama Jando berasal dari konsumen yang sering menyebut sate payudara sapi tersebut jando.

Baca Juga :  PGI Kota Bekasi Mengadakan Launching PiPI ; Perempuan Harus Pintar dan Benar

Seporsi sate berisi 10 tusuk termasuk lontong yang disajikan dengan daun pisang. Sate disiram bumbu kacang yang sangat kental, kecap, dan sambal. Seporsi sate bisa dibanderol Rp 22 ribu.

Kabar tentang rasanya yang lezat membuat banyak orang terpikat. Pernah di suatu Minggu, 2.000 tusuk sate ludes hanya dalam waktu empat jam. Saat itu, Sate Jando mulai buka pukul 05.00 WWIB dan sudah tak tersisa pukul 09.00 WIB. Selain Minggu, normalnya sate sudah terjual habis pukul 12.00 WIB.

(sep/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Kota Bekasi Siap Jadi Tuan Rumah Sejumlah Nomor Balap Sepeda Porprov Jabar 2026
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
Masih Ada Aroma Betawi Lama di Jakarta Fair 2026, Wajib Disinggahi Sebelum Tutup
ParagonCorp dan ITB Revitalisasi Dome Theater, Hadirkan Ruang Belajar Imersif
Archipelago Hotels Hadirkan Sensasi Street Food Tokyo Lewat Program 60 Seconds to Tokyo
Surga Kuliner Nusantara di Jakarta Fair 2026! Kerak Telor, Pempek, Sate Lilit hingga Soto Banjar Ada Semua
Daihatsu Raih Penghargaan CSR Jawa Barat 2026, Komitmen Pendidikan dan Lingkungan Tuai Apresiasi

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:59 WIB

Kota Bekasi Siap Jadi Tuan Rumah Sejumlah Nomor Balap Sepeda Porprov Jabar 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:07 WIB

Masih Ada Aroma Betawi Lama di Jakarta Fair 2026, Wajib Disinggahi Sebelum Tutup

Senin, 6 Juli 2026 - 22:08 WIB

ParagonCorp dan ITB Revitalisasi Dome Theater, Hadirkan Ruang Belajar Imersif

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami