Pergerakan Tanah, Belasan Rumah di Mekarmulya Majalengka Ambruk

- Redaksi

Kamis, 11 April 2019 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Bergerak di Majalengka mengakibatkan rumah rusak.

i

Tanah Bergerak di Majalengka mengakibatkan rumah rusak.

RJN, Majalengka – Pergerakan tanah yang terjadi di Blok Lamelaut, Desa Mekarmulya, Kecamatan Lemahsugih masih terjadi. Apalagi jika turun hujan deras, retakan tanah semakin menganga dan merobohkan bangunan yang ada di atasnya.

Akibat pergerakan tanah yang terjadi sejak pada Senin (8/4/2019), saat ini terdata sudah 14 rumah yang telah benar-benar ambruk dan membuat warga semakin enggan untuk tinggal lagi di lokasi tersebut.

Kepala Desa Mekarmulya, Iyet Sumiati mengatakan, warganya yang terdampak bencana pergerakan tanah kini ketakutan untuk tinggal lagi di rumah milik mereka. Adapun rumah yang masih berdiri, warga berusaha untuk menyelamatkan material yang masih bisa digunakan kembali seperti genteng, pintu, jendela, kusen serta lainnya.

“Tahun ini bencana pergeseran tanah sangat parah, sehingga kami perlu lahan untuk relokasi,” ujar Iyet.

Lebih lanjut Iyet, beberapa warganya sampai depresi ringan atau syok. Di pengungsian ada beberapa yang sakit seperti demam. “Warga terdampak ada yang sampai depresi. Mungkin karena bingung nanti mau tinggal dimana,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Bekasi Apresiasi Bakti Sosial untuk Korban Banjir di Babelan

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Agus Permana yang ditemui Kamis (11/4/2019) di kantornya menyebutkan, bencana di Desa Mekarmulya kejadiannya hampir mirip dengan di Cigintung yang sampai saat ini menjadi desa mati karena seluruh warganya direlokasi. Namun bedanya, di Mekarmulya pergerakan tanahnya lambat. “Hampir mirip di Cigintung, bedanya pergerakan tanahnya lambat,” tukasnya.

Lebih jauh Agus menjelaskan pihaknya berkoordinasi dengan tim Geologi Provinsi Jawa Barat untuk menjelaskan jika Mekarmulya dulunya merupakan gunung tua yang sudah lapuk sehingga kontur tanahnya sangat lempung ditambah hampir tidak ada batuan didalamnya. “Kata tim Geologi lokasi tersebut awalnya gunung tua yang sudah lapuk,” papar Agus.

Baca Juga :  Survei Indikator: Pemerintah Masih Kurang Sosialisi UU PDP

Mengenai usulan relokasi, pihaknya menunggu intruksi dari Bupati Karna Sobahi yang sedang menunggu keputusan atau rekomendasi resmi PPMDG Provinsi Jawa Barat tentang status tanah apakah masih bisa ditempati. “Kita sedang menunggu instruksi pimpinan dan keputusan resmi PPMDG,” pungkasnya. (dri/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Sabtu, 25 April 2026 - 13:22 WIB

Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Jumat, 24 April 2026 - 14:00 WIB

DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara

Berita Terbaru