KPK Minta Masyarakat Tutup Rapat Peluang Korupsi

- Redaksi

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto: Gedung KPK

i

foto: Gedung KPK

RJN, Cirebon – KPK meminta masyarakat tidak memberikan peluang atau kesempatan bagi yang berkepentingan untuk melakukan tindak pidana korupsi.

Sebab, pencegahan dan pemberantasan korupsi dapat berjalan efektif jika ada sinergi yang kuat antara pemangku kebijakan dan masyarakat. Keduanya berperan penting, karena memiliki keterkaitan yang sangat erat.

Hal ini diungkapkan Ketua Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Wilayah Jabar KPK, Tri Budi Rochmanto. Dia mengingatkan masyarakat tidak mengkondisikan pejabat dalam hal kepentingan apapun, dan pejabat diminta memiliki mental kuat dalam menjalankan amanah masyarakat.

Budi mengatakan, praktek suap-menyuap dalam berbagai kesempatan akan membuat korupsi semakin subur di Indonesia. “Situasi itu berpotensi terjadi dalam penyampaian aspirasi ketika pejabat berkesempatan bertemu masyarakat,” katanya, Selasa (19/3/2019).

Baca Juga :  Inspektorat Daerah Kota Bekasi Ikuti Sosialisasi Peraturan BPKP Nomor 5 Tahun 2023

Pejabat pun, diminta agar tetap berpegang teguh pada tugas pokok dan fungsinya dalam melayani masyarakat jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan. “Memimpin adalah menderita, bukan memupuk harta. Kalau mau kaya, jangan jadi pejabat atau aparatur sipil negara (ASN), jadilah pengusaha,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, praktik penyuapan merupakan kasus terbanyak yang terdata KPK per 31 Desember 2018. Penyuapan merupakan ‘primadona’ bagi pelaku korupsi.

Baca Juga :  Sambut Bulan Puasa, Masyarakat Belawa Gelar Tradisi Pawai Obor Keliling Kampung

“Khusus di pemerintahan, area potensi korupsi terjadi pada proses penyusunan dan pengalokasian APBN maupun APBD. Dalam hal ini, dia menekankan, tahapan hibah bansos yang harus terbuka,” ungkapnya.

Tri menambahkan, kurangnya literasi dan kesadaran akan dampak buruk korupsi menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya. “Rendahnya literasi menyebabkan angka korupsi masih tinggi,” pungkasnya.(gie/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ibis Styles Bekasi Jatibening Punya Nobar Resmi dan Restoran 24 Jam, Internet Kini 300 Mbps
Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Pemkot Bekasi Tegaskan Aturan PPPK Ikuti Pusat, Soroti Batas Belanja Pegawai 30 Persen
Plh Wali Kota Bekasi Terima Kunjungan DPRD Banjarbaru, Bahas Strategi Tingkatkan PAD
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Terungkap! Pembunuhan WN Korea di Bekasi Dirancang Berbulan-bulan, Mantan Istri Diduga Jadi Dalang
Harlah Pancasila 2026, Plt Bupati Bekasi Tegaskan Pancasila Benteng Bangsa Hadapi Tantangan Global
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:19 WIB

Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:11 WIB

Pemkot Bekasi Tegaskan Aturan PPPK Ikuti Pusat, Soroti Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:41 WIB

Plh Wali Kota Bekasi Terima Kunjungan DPRD Banjarbaru, Bahas Strategi Tingkatkan PAD

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Berita Terbaru