Pernah Berjaya Pada Masanya, Kesultanan Kasepuhan Tinggalkan Ratusan Situs Bersejarah

- Redaksi

Minggu, 9 September 2018 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Cirebon– Kota Cirebon merupakan kota yang sarat akan sejarah dan budayanya. Kota ini dikenal dengan keratonnya yang banyak, seperti Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan. Karena banyaknya keraton dan sejarah, tentunya banyak juga peninggalan-peninggalan bersejarah.

Menurut Ketua Tim Kabuyutan Kesultanan Kesepuhan, Sulaiman, setidaknya terdapat 113 situs peninggalan Kesultanan Kesepuhan yang terdaftar di Dinas Pariwisata Kota Cirebon. Dan masih banyak lagi yang belum terdaftar.

Baca Juga :  Polsek Lemahabang Gelar Razia, 20 Pengendara Ditilang

“Untuk yang terletak di Kabupaten Cirebon sendiri lebih banyak, ada sekitar 200an situs yang tersebar,” jelasnya saat ditemui rakyatjabarnews.com di kawasan Objek Wisata Kura-Kura Belawa, Desa Belawa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, Minggu (9/9/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Sulaiman, situs-situs itu terdiri dari makom atau yang berarti martabat, yakni makam yang dikhususkan bagi orang-orang yang bermartabat tinggi di keraton, dan umumnya berukuran lebih panjang dari makam pada umumnya.

Baca Juga :  Arus Balik Meningkat, U-Turn di Jalur Utama Pantura Cirebon Jebol

Selain makom, ada juga makam-makam para pembesar keraton, dan juga petilasan-petilasan. Kebanyakan petilasan tersebut digunakan oleh para sultan ataupun Wali Songo saat sedang berdoa, ataupun bertapa.

“Jadi, kebanyakan situs-situs ini digunakan untuk penyebaran agama Islam di Cirebon dan sekitarnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Wagub Jabar: Cirebon Akan Jadi Pusat Perekonomian di Jabar

Namun sayangnya, lanjut Sulaiman, terdapat beberapa situs yang kurang terawat dan tidak ada kepengurusan, meskipun sudah terdaftar di Dinas Pariwisata. Sehingga, dirinya mengajukan diri untuk mengurus beberapa situs, salah satunya adalah Balong Kramat Glampok di Pelandakan, Kota Cirebon.

“Kini kita tersebut berupaya agar situs-situs peninggalan bersejarah ini bisa terawat kembali, dan semuanya terdaftar dalam Dinas Pariwisata,”tandasnya.(ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!
Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur
Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan
Longsor Maut, Tambang Ditutup!
Gunung Kuda Murka, Dedi Mulyadi: Tambang Tanpa Etika adalah Kejahatan
Zona Longsor Diabaikan, 14 Orang Jadi Korban Tambang Gunung Kuda!
Korban Eks Perawat Didampingi Polisi dan Komnas Perlindungan Anak
Pemprov dan Pemkab Cirebon Kolaborasi Tangani Jalan Rusak

Berita Terkait

Senin, 15 September 2025 - 16:00 WIB

Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!

Minggu, 1 Juni 2025 - 13:46 WIB

Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur

Sabtu, 31 Mei 2025 - 15:08 WIB

Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan

Jumat, 30 Mei 2025 - 20:00 WIB

Longsor Maut, Tambang Ditutup!

Jumat, 30 Mei 2025 - 16:09 WIB

Gunung Kuda Murka, Dedi Mulyadi: Tambang Tanpa Etika adalah Kejahatan

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !