KAMMI Paparkan Catatan Kritis Terkait Divestasi Saham Freeport

- Redaksi

Senin, 16 Juli 2018 - 12:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Jakarta – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengapresiasi kebijakan divestasi saham 51 % PT Freeport oleh Indonesia. Menurut KAMMI, Disvestasi ini sangat bagus untuk kepentingan nasional di masa yang akan datang.

“Kita apresiasi kebijakan itu, kamu sadar memang sangat sulit untuk sekaligus semuanya. Namun untuk selanjutnya kami akan tetap menuntu penguasaan seratus persen, Itu final. Jadi sekali lagi ini hanya awalan,” kata Irfan Ahmad Fauzi kepada media, Senin (16/7) di Jakarta.

“Memang banyak juga pihak yang mengkritik perpanjangan kontrak itu sampai 2031 dengan konsekuensi 51 % saham punya indonesia. Mereka bilang kenapa tidak langsung putus kontrak di 2021? kan bisa langsung seratus persen. Tapi saya sadar sangat sulit untuk sekaligus, Freeport gak mungkin langsung setuju mereka sudah setengab abad menguasasi Papua,” papar Irfan.

Namun di samping suksesnya perjanjian itu , menurut Irfan pemerintah juga punya pekerjaan rumah yang harus segera diseelsaikan yakni terkait kerusakan lingkungan oleh Freepot yang sampai saat ini belum pernah dibayar.

Baca Juga :  Imbas Bom di Surabaya, Jajaran Polres Cirebon Siaga Penuh

“Saya percaya pemerintah juga tau soal kerusakan lingkungan itu. meskipun saya tidak tau jumlah pastinya, tetapi beberapa pengamat mengatakan jika diangkakan mencapai lima Milyar Dolar, ini kan jumlah yang besar sekali,” tambah Irfan.

“Jadi itu harus dikejar pemerintah, Freeport harus dipaksa bayar. Jangan sampai mereka gak bayar tetapi justru kita yang menanggung karena sudah memilihi saham yang lumayan banyak, ini kan gak masuk akal,” katanya.

Selain itu Irfan juga meminta agar pekerja lokal khususnya maayarakat asli Papua untuk lebih dilibatkan dalam proses pengelolaan Freeport. Menurut Irfan ini sangat mendesak dilakukan agar masyarakat Papua tidak merasa asing di tanahnya sendiri.

Baca Juga :  KBRI Tokyo Ungkap Kondisi WNI di Jepang Usai Gempa M 7,3

“Sudah sewajarnya rakyat Papua khususnya warga Mimika sangat dilibatkan. Jadi kalau sama saja seperti dahulu, apa gunanya divestasi saham itu. Saya kira dengan 51 persen saham itu pemerintah lebih bisa untuk intervensi. Selama ini warga Mimika berontak kan karena mereka merasa tidak dipedulikan oleh Freeport, padahal tambang itu berada di tanah mereka,” pungkas Irfan.(Rls/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim SAR Temukan Satu Korban Tewas Ledakan Gas di Medan, Satu Orang Masih Dicari
Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 200 Peserta dari 17 Negara
8 UMKM Kota Bekasi Tampil di HUT Dekranas 2026, Siap Rebut Pasar Nasional
IEE Series 2026 Digelar Perdana di Balikpapan
Polda Riau Ungkap 1.333 Kasus Kejahatan Jalanan, 525 Tersangka Berhasil Diamankan
IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur
One Way TransJawa
55 Ribu Kendaraan Sudah Lewat Tol Fungsional Prosiwangi Saat Mudik Lebaran 2026

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:09 WIB

Tim SAR Temukan Satu Korban Tewas Ledakan Gas di Medan, Satu Orang Masih Dicari

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 200 Peserta dari 17 Negara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:59 WIB

8 UMKM Kota Bekasi Tampil di HUT Dekranas 2026, Siap Rebut Pasar Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:40 WIB

IEE Series 2026 Digelar Perdana di Balikpapan

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:02 WIB

Polda Riau Ungkap 1.333 Kasus Kejahatan Jalanan, 525 Tersangka Berhasil Diamankan

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami