12 Hari Terbaring Di RS, Keluarga Anggota KPPS Bingung Buat Bayar Perawatan RSUD Arjawinangun

- Redaksi

Selasa, 30 April 2019 - 19:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – Seorang anggota KPPS Desa Bayalangu Lor, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon yang bertugas di TPS 06, Ida Faridah (42) masih terbaring di RSUD Arjawinangun.

Ia harus terus menjalani perawatan intensif karena diduga mengalami kelelahan saat bertugas di TPS desa setempat.

Bahkan, hingga Selasa (30/4/2019), Ida Faridah dikabarkan masih tak sadarkan diri. Padahal, Ida Faridah sudah mendapat perawatan medis sejak Kamis (18/4/2019) lalu pascarekapitulasi tingkat PPS, atau sudah 12 hari lamanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua PPS Desa Bayalangu Lor, Wardasi, menjelaskan, kondisi Faridah yang masih tak sadarkan diri itu diketahui saat ketua PPK Kecamatan Gegesik, Makpul, yang kembali menjenguknya di rumah sakit tersebut.

Baca Juga :  Ketua KPUD Kota Bekasi Dilaporkan

“Yang jelas kondisinya masih belum sadar. Waktu saya ke sana dengan ketua PPK juga matanya melihat tapi dia enggak tahu siapa yang dilihatnya,” kata Wardasi.

Dia menambahkan, hasil diagnosis dokter terhadap Faridah, sakitnya ini dikarenakan kelelahan setelah pemilu.

Sebelum dibawa ke rumah sakit, Ida Faridah sempat pingsan. Waktu pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara, Faridah kerap meng-handle tugas temannya yang kurang cekatan.

Di TPS tempatnya bertugas, proses penghitungan suara baru selesai pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

“Waktu pelaksanaan pemilu, pukul 02.00 WIB – 03.00 WIB, dia masih di lokasi karena pekerjaan belum selesai. Dan baru selesai sekitar pukul 06.00 WIB,” kata dia.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Mengusulkan Bangun TPA Baru

Menurut Wardasi, saat ini ia juga merasa bingung dengan kondisi tersebut. Pasalnya, dia selalu di telepon pihak keluarganya perihal biaya perawatan di rumah sakit.

Sebab, lanjut dia, pihak keluarga Faridah menginginkan KPU bertanggung jawab menanggung biaya perawatan di rumah sakit.

“Keluarganya nuntut terus ke saya, intinya untuk berobat dirawat kan biayanya enggak tahu dari mana. Bagaimanapun ini dampak pemilu serentak, jadi KPU jangan lepas begitu saja. Saya juga bingung, bagaimana untuk ke depannya,” katanya.

Sementara itu, ketua PPK Gegesik, Makpul, menjelaskan, sebelumnya Ida Faridah dalam kondisi sehat.

Baca Juga :  Viral, Beredarnya Video Kotak Suara Tak Bersegel Jadi Perbincangan

“Dia tidak memiliki riwayat penyakit yang membahayakan. Hingga saat ini, Ida Faridah belum mendapat dukungan moril atau bantuan apapun baik dari pemerintah maupun KPU. Dia mengalami dehidrasi tingkat tinggi dan ampai saat ini baru dari PPS dan PPK saja yang menjenguk,” ujarnya.

Makpul berharap agar KPU tanggap terhadap kondisi yang dialami petugasnya. Karena, bagaimanapun KPPS adalah ujung tombak penyelenggara Pemilu yang harus diperhatikan keadaannya.

“Harapan kami, sebagai penyelenggara mestinya KPU Kabupaten Cirebon tanggap. Masalah ini jangan dianggap sepele, karena KPPS adalah ujung tombak penyelenggara pemilu, mestinya diperhatikan,” ujarnya.

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:53 WIB

BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Rabu, 30 September 2026 - 19:59 WIB

Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Pendidikan

Revitalisasi Sekolah Bekasi Tembus Rp64,8 Miliar, Ini Rinciannya

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:03 WIB