12.892 Pengendara Terjaring dalam Operasi Patuh Lodaya di Dua Polres Cirebon

  • Whatsapp

RJN, Cirebon – Operasi Patuh Lodaya 2019 di Polres Kota dan Kabupaten Cirebon menjaring sebanyak 12.892 pelanggar lalu lintas. Tahun ini, secara umum di Polres Cirebon Kota untuk tilang sebanyak 4.065 perkara dan teguran sebanyak 2.275 perkara. Menurun dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tilang 4.157 perkara dan teguran 2.166 perkara.

Sementara di Polres Cirebon dalam operasi yang digelar selama 11 hari itu telah menindak sebanyak 6.552 pelanggar yang didominasi oleh pengendara sepeda motor yakni sebanyak 5.424 pelanggaran.

Bacaan Lainnya

Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, AKP Fitra Zuanda mengimbau, kepada orang tua agar mengingatkan anaknya untuk mematuhi peraturan lalu lintas terlebih pada usia dini, karena yang melakukan pelanggaran di Kota Cirebon didominasi oleh anak-anak usia dibawah 17 tahun.

“Kami meminta kepada orang tua tidak izinkan anaknya membawa kendaraan kalau belum memenuhi syarat usia,” katanya, Jumat (13/9/2019).

Ia mengatakan, tahun ini usia pelaku pelanggaran lalu lintas antara 0-15 tahun yang ditindak mengalami peningkatan atau sebanyak 555 orang dan sebanyak 166 orang pada tahun sebelumnya.

“Jika terpaksa, anak agar diantar, tidak membawa sepeda motor sendiri. Lebih baiknya, menggunakan kendaraan umum. Keberhasilan operasi patuh bukan hanya banyaknya tilang, tapi seberapa banyak menyelamatkan warga Kota Cirebon dari kecelakaan,” ungkapnya.

Sementara itu Waka Polres Kabupaten Kompol Ricardo Condrat Yusuf mengungkapkan, pelanggaran lalu lintas yang paling banyak yakni tidak menggunakan helm, tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan tidak menggunakan knalpot standar. Usia pelanggar lalu lintas di wilayahnya rata-rata berusia 15-25 tahun.

Namun, ia tidak menampik jika usia dibawah umur oun masih banyak yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

“Yang paling banyak pelanggaran yaitu tidak memakai helm, lalu tidak memiliki SIM, dan lainnya. Anak di bawah umur pun masih banyak yang menggunakan sepeda motor,” pungkasnya.

(uan/rjn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *