Wajib di Contoh, Kepala Desa yang Masih Muda ini Berhasil Merubah Paradigma Negativ

oleh -

RJN, Cirebon-.Tutur katanya santun dan berpenampilan sederhana, melekat pada sosok Kepala Desa yang menjabat di salah satu wilayah di Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.

Kepala Desa yang telah mengabdikan diri selama 5 tahun ini telah berhasil merubah paradigma negativ jika Kepala Desa muda tidak mampu memimpin dalam Pemerintahan, karena masih muda dan belum berpengalaman.

Adalah Agus Syamsah Kepala Desa Muda yang lahir pada tahun 1977 tahun lalu ini mendapatkan amanah untuk memimpin Kepala Pemerintahan Desa Panongan Lor.

Ditemui diruang kantornya, Agus menjelaskan jika nasib baik yang diterimanya merupakan salah satu rejeki yang tidak di sangka sangka, dimana pada saat dirinya mencalonkan diri dalam bursa pemilihan Kepala Desa masih sangat muda yakni baru berusia 35 Tahun.

“Semua ini harus di syukuri sebagai rejeki dari Allah SWT, agar kita selalu menjaga amanah yang diberikan masyarakat panongan lor, Kamis (5/9/2018)

Agus menambahkan pada awal tahun menjabat sebagai Kepala Desa disini masyarakat yang berjumlah ribuan baik laki laki maupun perempuan baik muda dan tua secara berswadaya membangun Masjid Desa yang menelan anggaran hingga milyaran rupiah.

“Masyarakat kami disini sangat lah kompak dalam membangun Desa agar lebih maju, sedikit contoh pada tahun 2014 silam dalam pembangunan masjid Desa tidak segan segan bahkan tercatat lebih dari seribu masyarakat yang ikut bekerja membangun masjid Desa”.

Masih menurut Agus selama dirinya memimpin Kepala Pemerintahan di Desa Panongan Lor selalu memberikan contoh pada bawahannya dengan cara disiplin dan selalu mengayomi dan berusaha memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat”.

“Dimulai dari diri sendiri, jika kita disiplin maka perangkat Desa pun akan ikut disiplin, boleh ditanyakan pada masyarakat disini jika kantor Desa tidak pernah sepi, bahkan sebagai Kepala Desa terkadang baru pulang kerumah pada pukul 11 madam.

Adapun program pembangunan di laksanakan secara transparan dengan melibatkan seluruh stakeholders yang ada di Desa Panongan Lor sehingga hasil dan manfaat dari seluruh program pembangunan dapat maksimal dan bisa langsung di rasakan oleh masyarakat.
“Dari mulai perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kami selalu melibatkan seluruh stakeholders yang ada”.

Sebagai rasa syukur pemerintahan Desa Panongan Lor pada Tuhan dan masyarakat maka agenda Hari Jadi Desa Panongan Lor yang berpisah dari Desa Induknya pada tahun 1985 maka sudah menjadi agenda tahunan untuk selalu di rayakan pada tanggal 31 Agustus.

“Alhamdulillah pada tahun ke 5 ini sisa yang belum kami bangun sekitar 10% saja dan sebagai ungkapan syukur kami dalam 2 tahun terakhir selalu menggelar hari jadi Desa sebagai pengingat pada masyarakat kami, “pungkasnya.(ynd/RJN)

Berita Rekomendasi

Comment