CIKARANG TIMUR, BEKASI – Suasana tak biasa terlihat di kediaman Kepala Desa Cipayung, H. Ajan, Kamis (18/6/2026). Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati halaman rumah sang kepala desa dalam aksi dukungan yang dikenal dengan istilah “grudug”, mendesaknya kembali maju pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cipayung periode 2026-2034.
Warga datang secara berkelompok membawa spanduk, poster, dan berbagai atribut dukungan. Mereka menyuarakan harapan agar H. Ajan kembali memimpin Desa Cipayung untuk periode berikutnya.
Sejumlah spanduk bertuliskan “Warga Cipayung Bersatu, H. Ajan Wajib Maju!”, “Kami Rindu Kepemimpinan H. Ajan”, hingga “Pilkades 2026-2034: H. Ajan Pilihan Kami” tampak menghiasi lokasi aksi dan menjadi perhatian masyarakat yang melintas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator aksi, Ozos, menegaskan bahwa gerakan tersebut lahir dari aspirasi warga yang merasa puas dengan kepemimpinan H. Ajan selama menjabat sebagai kepala desa.
“Pak H. Ajan dikenal dekat dengan masyarakat. Beliau sering turun langsung mendengarkan keluhan warga dan berbagai program pembangunan yang dijalankan sangat dirasakan manfaatnya. Karena itu kami berharap beliau bersedia maju kembali,” ujar Ozos di hadapan peserta aksi.
Dukungan juga datang dari Imas, salah satu warga yang ikut hadir. Menurutnya, sosok H. Ajan dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya warga kurang mampu.
“Beliau selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan. Banyak warga yang merasakan langsung bantuan dan perhatian selama beliau memimpin Desa Cipayung,” ungkapnya.
Mendapat dukungan besar dari masyarakat, H. Ajan mengaku terharu dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang hadir.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan masyarakat Cipayung. Ini menjadi amanah yang sangat besar bagi saya,” kata H. Ajan.
Meski demikian, ia belum memberikan keputusan final terkait pencalonannya pada Pilkades 2026. Menurutnya, langkah tersebut membutuhkan pertimbangan matang, termasuk dukungan keluarga serta pertimbangan berbagai aspek lainnya.
“Saya akan mempertimbangkan aspirasi ini dengan serius. Tentu ada banyak hal yang harus dipikirkan sebelum mengambil keputusan,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya dinamika politik desa, H. Ajan juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kondusivitas wilayah menjelang pelaksanaan Pilkades.
“Perbedaan pilihan adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Yang terpenting adalah persatuan dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas bersama,” tambahnya.
Aksi “grudug” ratusan warga ini menjadi sinyal kuat bahwa nama H. Ajan masih memiliki dukungan besar di tengah masyarakat. Meski belum menyatakan maju secara resmi, gelombang dukungan yang terus mengalir diperkirakan akan membuat Pilkades Cipayung 2026 menjadi salah satu kontestasi politik desa yang paling menyita perhatian di Kabupaten Bekasi. (*)









