IsunCirebon.com, Losari – Seiring dengan datangnya musim penghujan, Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS CimanCis) membuat terobosan dengan membuat tanaman hidroponik di masjid yang memanfaatkan air hujan sebagai sumber utamanya.
Menurut Kepala Bidang Perencanaan Umum Dwi Agus Kuncoro, hidroponik merupakan salah satu budidaya tanaman yang tidak memerlukan lahan yang luas dengan mengelola pemanfaatan air hujan. Jadi, penggunaannya untuk masjid yang berada di lingkungan kantor BBWS ini sangat bermanfaat.
“Alhamdulillah, kami bisa membuat terobosan menjadikan masjid berbasis hidroponik, serta pemanfaatan air hujan untuk berwudhu,” tutur Dwi Agus saat ditemui di kantornya, Selasa (20/2).
Dwi menjelaskan, ada beberapa tanaman yang mendukung hidroponik tersebut yang menjadikan suasana masjid menjadi hijau. Salah satunya adalah tanaman kangkung yang dalam dua minggu sudah bisa dipanen.
Dwi pun membeberkan beberapa hasil buah karyanya diantaranya, pembuatan masjid berbasis hidroponik, pemanfaatan air hujan kantor untuk sarana kebutuhan sehari-hari, serta menerapkan ke pondok pesantren.
“Alhamdulillah kami menjadi pelopor lahirnya program ini. Dalam waktu dekat di Hari Air Dunia melalui Kementerian Pekerjaan Umum, kami akan menjadi nara sumber tentang Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air yang akan diikuti 34 Balai Besar yang ada di Indonesia,” jelasnya.
Ia juga mengharapkan kepada Pemerintah Daerah Kota, Kabupaten maupun Provinsi dapat membawa program tersebut untuk masyarakat, karena bersifat langsung dirasakan masyarakat.
“Bisa melalui bantuan sosial, Dana Desa, atau bantuan bantuan lainnya, karena program ini sangat bermanfaat dan tidak mengeluarkan biaya yang terlalu banyak,” pungkasnya.(Juf/RJN)











