Ucu Asmara: PPP Hasil Muktamar Surabaya Sah Mengikuti Pilkada

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi mengungkapkan jika hanya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Surabaya yang dipimpin Muhammad Romahurmuziy (Romy) sah secara hukum untuk mengikuti penyelenggaraan pilkada secara serentak pada Juni 2018.

Menurut Ucu, kepengurusan PPP yang tercatat di Kementerian Hukum dan HAM sampai saat ini  adalah PPP hasil Muktamar Surabaya dengan ketua umum Muhammad Romahurmuziy.

“Saya sudah komunikasi dengan KPU RI. Dan kubu Romy yang sah secara Kemenkumham. KPU hanya menerima yang diakui oleh Menkumham,” tegasnya.

“Sudah diatur bahwa yang bisa mengajukan pasangan calon adalah kepengurusan yang diakui Menkumham,” sambungnya.

Ia menjelaskan bahwa ada perbedaan pencalonan di Pilkada 2015, 2017 dan 2018. Menurutnya, pada 2015 dan 2017 lalu ada yang namanya kepengurusan Islah sehingga PPP mengusung calonnya.

“Jadi kemarin itu semua yang bersengketa harus bersepakat mengusung pasangan calon. Sekarang hanya yang diakui Menkumham dapat mencalonkan,” tambahnya.

Diketahui, masih adanya dualisme kepengurusan di PPP Kota Bekasi. Bahkan, PPP kubu Djan Faridz yang tidak memiliki kursi di DPRD Kota Bekasi sempat mengadakan Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) jelang Pilkada 2018. PPP kubu Djan Faridz di Kota Bekasi diketuai oleh Jamaludin.

Dilain pihak, Ketua DPC PPP Kota Bekasi versi Romahurmuziy, Sholihin mengungkapkan apa yang dilakukan pengurus PPP versi Djan Faridz tidak sah. Karena, sudah jelas PPP versi Romahurmuziy yang sah secara legalitas hukum.

“PPP jelas cuma satu yaitu yang diketuai Romahurmuziy. Kalau ada agenda dari sebelah yang mengaku – ngaku PPP itu tidak sah,” tegasnya.

Dirinya menuturkan konflik yang terjadi di pusat telah selesai. Karena secara Menkumham, PPP 

Muktamar Surabaya yang memiliki keabsahan untuk mengikuti Pilkada 2018 mendatang. “PPP itu satu, tidak ada dua kubu lagi,” tandasnya. (Ziz/RJN)

Comment