TKW Asal Cirebon Hilang Kontak Dengan Keluarga Selama 31 Tahun

- Redaksi

Senin, 29 Juli 2019 - 20:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon– Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Rawaurip, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, bernama Carmi dikabarkan hilang kontak dengan keluarga selama 31 tahun setelah berangkat kerja ke Arab Saudi dan sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.

Ilyas (85) yang merupakan ayah Carmi di Cirebon, Senin, mengatakan anaknya berangkat ke Arab Saudi pada tahun 1988, melalui salah seorang sponsor yang ada di desanya dan diberangkatkan oleh PT Umah Sejati Alwidah Jaya Sentosa.

“Sponsor sudah meninggal dan PT Umah Sejati yang memberangkatnya sudah tutup lama,” sebutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menceritakan Carmi berangkat ke Arab Saudi setelah lulus dari sekolah dasar (SD) pada tahun 1987. Dan satu tahun kemudian Carmi memberanikan berangkat ke Arab untuk menjadi TKW di sana.

Baca Juga :  Pemkot Bekasi Tanggapi Pemberitaan Pergantian Jabatan Pj Wali Kota Bekasi

Pada saat berangkat, lanjut dia Carmi juga belum memiliki KTP, karena memang usianya yang masih sangat belia.

“Saya masih ingat betul, anak saya berangkat itu setelah lulus SD dan bahkan belum punya KTP, pakainya surat keterangan yang mengurus semua sponsor,” tambahnya.

Selama tiga tahun keberangkatan Carmi, Ilyas mengaku beberapa kali mendapatkan kabar dari anaknya melalui surat.

Namun di tahun keempat, lima dan enam tidak ada kabar lagi, sehingga di tahun ketujuh ia pun mendatangi PT yang memberangkatkan Carmi di Jakarta dan saat itu Ilyas sempat berkomunikasi lewat telepon dengan Carmi.

Baca Juga :  Wakil Walikota Bekasi dan Kapolres Rekrut Relawan Satgas Covid

“Jadi terakhir mendapatkan kabar itu waktu Carmi sudah tujuh tahun di sana. Dan sampai sekarang tidak ada kabar-kabar lagi,” ujarnya.

Sementara paman Carmi, Sofiyuddin (48) mengatakan dahulu sering mendampingi Ilyas untuk mendatangi PT, KBRI dan orang-orang yang diyakini bisa membantu kepulangan Carmi.

Bahkan, hanya Sofiyuddin yang hingga kini masih menyimpan berkas-berkas saat keberangkatan Carmi seperti foto copy KTP sementara, foto copy paspor, hingga surat-surat yang diajukan pihak keluarga ke kedutaan di Arab Saudi yang hingga kini tidak ada balasan sama sekali.

“Saat berangkat, Carmi masih menggunakan alamat tinggalnya dahulu yakni Desa Bendungan dan kecamatannya pun saat itu masih belum mekar, jadi masih Astanajapura,” lanjutnya.

Baca Juga :  Sambangi Kawasan Industri, Bupati Bekasi Minta Perusahaan Serap Tenaga Lokal

Dalam berkas-berkas yang ditunjukkan Sofiyuddin, tercatat keberangkatan Carmi dari Jakarta ke Arab Saudi pada 2 September 1988, disana juga tercantum nama PT Umah Sejati Alwidah Jaya Sentosa yang memberangkatkan Carmi.

Ia sangat berharap ada belas kasih dari pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk memulangkan keponakannya itu. Karena, tambah dia berbagai ikhtiar yang dilakukan keluarga Carmi sampai sekarang belum ada hasil.

“Saya mohon dan meminta belas kasihan Pak Presiden, keduataan Indonesia yang ada di Arab agar bisa mencarikan Carmi dan memulangkannya. Kami sekeluarga ingin sekali bertemu,” tambahnya.

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Berita Terbaru