Tersambungnya Tol Trans Jawa, BI Cirebon: Occupancy Rate Naik

- Redaksi

Senin, 25 Juni 2018 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon mencatat, terdapat kenaikan occupancy rate pada Lebaran tahun 2018 dibandingkan Lebaran tahun 2017. Hal tersebut bisa diakibatkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah mulai tersambungnya jalur tol dari Jakarta Jawa Barat, hingga Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Berdasarkan data yang tercatat, occupancy rate di tahun 2018 mencapai 62,57% dengan rentang waktu selama 6 hari. Bandingkan dengan occupancy rate di tahun 2017 yang hanya mencapai 54,57% dengan rentang waktu selama 2 minggu atau 14 hari.

Baca Juga :  Pak Uu Imbau kontraktor Tidak Beli Material Hasil Tambang Ilegal Karena Bisa Dianggap Penadah

“Ini berarti para pemudik hanya sekedar singgah saja di Cirebon hanya untuk melepas lelah. Mereka tidak berwisata di Cirebon atau berlama-lama di Cirebon,” jelas Kepala KPwBI Cirebon Abdul Majid Ikram dalam jumpa pers di Kantor KPwBI Cirebon, Jl. Yos Sudarso Kota Cirebon, Senin (25/6).

Baca Juga :  Inilah Persiapan Polres Cirebon Kota Menjelang Arus Mudik

Majid menjelaskan, jumlah kendaraan mengalami penurunan karena tersambungnya tol Trans Jawa dan tidak terdapat pengalihan dari pintu keluar Brexit sepeti di tahun 2017. Dari jumlah kendaraan yang keluar di wilayah Cirebon, tercatat penuturan sekitar 14,85% pada arus mudik, dan juga tercatat 14,2% pada arus balik dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017.

“Makanya, mereka datang ke Cirebon hanya untuk singgah saja, dan itu juga tidak lama,” terangnya.

Baca Juga :  Langkah Strategis Tirta Bhagasasi, Dua Aset Diserahkan ke Tirta Patriot

Meskipun begitu, lanjut Majid, angka inflasi selama periode Lebaran 2018 diperkirakan tetap terjaga. Tekanan diperkirakan akan muncul dari Administered Price, yaitu tarif kereta api dan tarif antar kota.

Selain itu, sesuai data historis, komoditas Volatile food seperti daging ayam ras, kentang, dan cabai juga mendorong adanya inflasi bulanan. Adanya THR juga bisa memberikan andil bagi inflasi.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPS, Kemenaker, dan Kemenperin Perkuat Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026
Camat Cibitung Encun Sunarto: Masukan Kepala Desa dan BPD Jadi Bahan Penyempurnaan Raperda Desa
Wawali Harris Bobihoe Ajak Siswa Baru SMAN 10 Bekasi Bangun Karakter dan Raih Prestasi
Pemkab Bekasi Dorong Penguatan Koperasi pada Peringatan Harkopnas ke-79
Komisi III Desak Percepat Realisasi Infrastruktur
Harris Bobihoe: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Cek Kesehatan Gratis
Tri Adhianto Ajak Sahabat MUI Berantas Judi Online dan Perkuat Pembinaan Sosial
2.416 KK di Bekasi Terdampak Kekeringan, BPBD Salurkan 575 Ribu Liter Air Bersih ke 20 Titik
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:01 WIB

BPS, Kemenaker, dan Kemenperin Perkuat Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 16:53 WIB

Wawali Harris Bobihoe Ajak Siswa Baru SMAN 10 Bekasi Bangun Karakter dan Raih Prestasi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:07 WIB

Pemkab Bekasi Dorong Penguatan Koperasi pada Peringatan Harkopnas ke-79

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:48 WIB

Komisi III Desak Percepat Realisasi Infrastruktur

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:34 WIB

Harris Bobihoe: Sinergi Pusat-Daerah Kunci Sukses Cek Kesehatan Gratis

Berita Terbaru