Terkait Pelarangan MTQ ke 50 Kota Cirebon, Ini Penjelasan Kapolres Kota Cirebon

oleh -

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Terkait pelarangan Ustad Bachtiar Nasir sebagai pembicara di acara Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke 50 tingkat Kota Cirebon tahun 2017, Kapolres Kota Cirebon AKBP Adi Vivid AB menyangkal ada pelarangan dalam acara tersebut. Dia mengaku mendapat beberapa informasi dan surat yang ditujukan kepada dirinya dari Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cirebon.

Dalam surat tersebut, Adi Vivid membenarkan bahwa isinya berupa keberatan dengan Ustad Bachtiar Nasir sebagai pembicara dalam acara MTQ tersebut.

“Benar bahwa isinya adalah keberatan dari NU kalau Ustad Bachtiar Nasir ditunjuk sebagai pembicara,” jelasnya saat ditemui awak media di Mapolres Kota Cirebon hari Senin (16/10).

Adi Vivid melanjutkan, bahwa pihaknya sudah berusaha menghubungi panitia. Dan karena ini adalah acara Pemkot Cirebon, maka pihaknya juga menghubungi Walikota Cirebon Nasrudin Azis.

Dari pertemuan tersebut, Adi Vivid menyampaikan bahwa walikota sudah melayangkan surat permohonan maaf kepada Ustad Bachtiar Nasir dan akan mengundangnya kembali di lain acara.

“Kami pihak kepolisian tidak pernah melarang, hanya memberi masukan kepada penyelenggara dengan dasar adanya penolakan dan resiko jika acara tersebut tetap diselenggarakan. Jika pun Ustad Bachtiar Nasir tetap hadir, kami siap mengawal acara tersebut,” jelasnya.

Adapun sebagai penggantinya, pihak Pemkot sudah sudah bertemu dengan Kasat Intel dan akan mengundang Imam Besar Masjid Istiqlal Nasarudin Umar sebagai pembicara di acara MTQ ke 50 yang akan berlangsung tanggal 18 Oktober 2017 di Keraton Kacirebonan, Jl. Puasaren Kota Cirebon.

“Kita melakukan pendekatan-pendekatan kepada pihak yang pro dan kontra, agar tidak terjadi provokasi, apalagi di sosial media. Apalagi Ustad Bachtiar Nasir adalah alumni 212. Kita tetap berupaya menjaga kondusivitas dan keharmonisan Kota Cirebon,” pungkas Adi Vivid.(Juf/RJN)

Berita Rekomendasi

Comment