Terkait Insiden di Wanayasa, Ini Kata Kepala UPTD ESDM Wilayah VIII Provinsi Jawa Barat

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Terkait insiden mencekam yang terjadi di Desa Wanayasa Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon, Senin (28/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB, Kepala UPTD ESDM Wilayah VIII Provinsi Jawa Barat, Agus Zaenudin menuturkan jika lokasi yang berada di Desa Wanayasa tersebut merupakan pemegang izin usaha pertambangan operasi produksi untuk penjualan.

“Pengertiannya yang bersangkutan sedang melakukan penataan lahan dan ada material yang tergali, dengan memegang ijin itu yang bersangkutan bisa mengeluarkan atau menjual material yang tergali tersebut,” kata Agus saat dihubungi via telepon, Selasa (29/5).

Agus pun tidak mengerti persoalan gesekan antara warga dengan pengusaha tersebut bisa terjadi. Padahal menurutnya, pada waktu peninjauan lapangan sebelum izin keluar, justru masyarakat mendukung untuk segera dilakukan penataan lahan supaya lahan yang ada lebih produktif.

“Penataan lahan di sini untuk cetak sawah. Kalau dilihat dari data yang ada, nantinya luas wilayah eksplorasi sekitar 12 hektar. Terkait ada gesekan di lapangan, tentunya nanti ada evaluasi, karena di dalam izin kan ada hak dan kewajiban. Apakah hak dan kewajiban ini sudah dilakukan atau tidak,” tambahnya.

Menurut Agus, untuk penghitungan pajak sendiri sebetulnya tidak terlalu sulit, karena pajak sudah bisa diketahui. Sebab, data material yang akan tergali sudah dihitung dan tertuang dalam dokumen master plan untuk pencetakan sawah tersebut yang disampaikan oleh perusahaan.

“Idealnya, mekanisme kegiatan yang dilakukan seharusnya penataan lahan untuk pencetakan sawah terlebih dahulu dilakukan. Jadi sawahnya dulu harus terealisasi terlebih dulu. Kalaupun ada material yang tergali, itu bisa dikeluarkan setelah dilengkapi dengan izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi untuk penjualan,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga dan pihak pengusaha saling lapor akibat aktivitas galian C di Desa Wanayasa Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon, Senin (28/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB.(Ymd/RJN)

Comment